Gerakan Zero Waste: Panglima Tni Instruksikan Selesaikan Persoalan Sampah Di Lingkungan Satuan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pati Sahli Bidang Banusia Panglima TNI, Kolonel Caj (K), Nurjanah Suat menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui aktivitas lingkungan bebas sampah (Zero Waste) nan disosialisasikan kepada jejeran kewilayahan sebagai tindak lanjut petunjuk Panglima TNI.

“Bapak Panglima TNI sesuai petunjuk Presiden kudu membantu menyelesaikan masalah sampah pemerintah nan saat ini sangat luar biasa dan tetap belum bisa ditangani dengan tuntas. Permasalahan besar di Indonesia ada tiga, ialah kemacetan, banjir, dan sampah. Jika salah satunya dapat diselesaikan, maka pemimpin wilayah bisa dikatakan berhasil,” ujar Nurjanah seusai sosialisasi di Balai Berkah Makodam XXII/TB, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Selasa (19/5/2026).

Dia menjelaskan, program TNI Zero Waste diarahkan agar setiap satuan TNI bisa menyelesaikan persoalan sampah secara berdikari tanpa membebani lingkungan sekitar. Konsep tersebut diterapkan mulai dari tingkat kodam, korem, hingga kodim agar sampah dapat diolah dan diselesaikan di letak masing-masing.

“TNI memberikan contoh kepada kewilayahan gimana menyelesaikan sampah lenyap di tempat. Baik itu di kodam, korem, maupun kodim, sehingga tidak ada lingkungan TNI nan mengotori wilayah sekitar lantaran sampah bisa selesai di tempat,” katanya.

Menurut Nurjanah, aktivitas ini memang diawali dari internal TNI, lantaran berada dalam lingkup kewenangan Panglima TNI. Namun, pelaksanaannya diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan beragam lembaga lain dalam pengelolaan sampah berbasis mandiri.

“Karena Bapak Panglima lingkupnya TNI, maka diawali dari lingkungan TNI di kewilayahan dengan memberikan contoh bahwa TNI tidak mengeluarkan sampah keluar dari satuan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mendorong adanya sinergi antara jejeran TNI di wilayah dengan pemerintah wilayah maupun pelaku upaya guna mencari solusi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah. Upaya tersebut dinilai krusial agar volume sampah nan dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.

Electronic money exchangers listing

“Kodam-kodam kelak bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan para pengusaha untuk gimana membantu mengatasi sampah di provinsi, kota, maupun kabupaten. Harapannya sampah lenyap di lembaga masing-masing, di lingkungan usaha, dan di kompleks perumahan sehingga tidak lagi dibuang ke TPS alias TPA,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kondisi pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah, Nurjanah menilai tetap terdapat beragam pekerjaan rumah nan perlu menjadi perhatian bersama.

“Kalau saya lihat, minta maaf, kayaknya tetap banyak PR-nya,” ujarnya singkat.

Dia menambahkan, tantangan pengelolaan sampah bukan hanya terjadi di satu wilayah tertentu, melainkan menjadi persoalan nan dihadapi seluruh provinsi di Indonesia. Hal itu sejalan dengan pengarahan pemerintah pusat mengenai pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah.

“Semua provinsi saya rasa mempunyai problem nan sama gimana langkah mengatasi sampah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Dia berambisi langkah nan dicontohkan TNI melalui aktivitas Zero Waste dapat diikuti pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat luas agar persoalan sampah dapat diselesaikan secara kolektif dari sumbernya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pati Sahli Bidang Banusia Panglima TNI, Kolonel Caj (K), Nurjanah Suat menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui aktivitas lingkungan bebas sampah (Zero Waste) nan disosialisasikan kepada jejeran kewilayahan sebagai tindak lanjut petunjuk Panglima TNI.

“Bapak Panglima TNI sesuai petunjuk Presiden kudu membantu menyelesaikan masalah sampah pemerintah nan saat ini sangat luar biasa dan tetap belum bisa ditangani dengan tuntas. Permasalahan besar di Indonesia ada tiga, ialah kemacetan, banjir, dan sampah. Jika salah satunya dapat diselesaikan, maka pemimpin wilayah bisa dikatakan berhasil,” ujar Nurjanah seusai sosialisasi di Balai Berkah Makodam XXII/TB, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Selasa (19/5/2026).

Dia menjelaskan, program TNI Zero Waste diarahkan agar setiap satuan TNI bisa menyelesaikan persoalan sampah secara berdikari tanpa membebani lingkungan sekitar. Konsep tersebut diterapkan mulai dari tingkat kodam, korem, hingga kodim agar sampah dapat diolah dan diselesaikan di letak masing-masing.

Electronic money exchangers listing

“TNI memberikan contoh kepada kewilayahan gimana menyelesaikan sampah lenyap di tempat. Baik itu di kodam, korem, maupun kodim, sehingga tidak ada lingkungan TNI nan mengotori wilayah sekitar lantaran sampah bisa selesai di tempat,” katanya.

Menurut Nurjanah, aktivitas ini memang diawali dari internal TNI, lantaran berada dalam lingkup kewenangan Panglima TNI. Namun, pelaksanaannya diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan beragam lembaga lain dalam pengelolaan sampah berbasis mandiri.

“Karena Bapak Panglima lingkupnya TNI, maka diawali dari lingkungan TNI di kewilayahan dengan memberikan contoh bahwa TNI tidak mengeluarkan sampah keluar dari satuan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mendorong adanya sinergi antara jejeran TNI di wilayah dengan pemerintah wilayah maupun pelaku upaya guna mencari solusi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah. Upaya tersebut dinilai krusial agar volume sampah nan dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.

“Kodam-kodam kelak bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan para pengusaha untuk gimana membantu mengatasi sampah di provinsi, kota, maupun kabupaten. Harapannya sampah lenyap di lembaga masing-masing, di lingkungan usaha, dan di kompleks perumahan sehingga tidak lagi dibuang ke TPS alias TPA,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kondisi pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah, Nurjanah menilai tetap terdapat beragam pekerjaan rumah nan perlu menjadi perhatian bersama.

“Kalau saya lihat, minta maaf, kayaknya tetap banyak PR-nya,” ujarnya singkat.

Dia menambahkan, tantangan pengelolaan sampah bukan hanya terjadi di satu wilayah tertentu, melainkan menjadi persoalan nan dihadapi seluruh provinsi di Indonesia. Hal itu sejalan dengan pengarahan pemerintah pusat mengenai pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah.

“Semua provinsi saya rasa mempunyai problem nan sama gimana langkah mengatasi sampah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Dia berambisi langkah nan dicontohkan TNI melalui aktivitas Zero Waste dapat diikuti pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat luas agar persoalan sampah dapat diselesaikan secara kolektif dari sumbernya. (adr)

Sumber prokalteng