Final Liga Champions: Kawin Gelar Arsenal Atau Dijegal Psg?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebahagiaan berlipat dobel bakal meluap bagi Gooners jika Arsenal juara Liga Champions 2025/2026 dengan mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dalam final di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5) malam WIB.

The Gunners dalam misi mengawinkan gelar setelah menjuarai Premier League 2025/2026. Cerita bakal semakin manis dengan mengangkat trofi 'Si Kuping Besar'.

Arsenal adalah satu-satunya 'The Big Four' orisinal Inggris tanpa gelar Liga Champions. Klub lain seperti Liverpool, Manchester United, dan Chelsea sudah berada di podium tertinggi Eropa lebih dari satu kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencapaian tertinggi Arsenal di Liga Champions sebelumnya adalah jadi finalis pada 2006. Ketika itu Thierry Henry dan kawan-kawan terpaksa gigit jari lantaran kalah dari Barcelona.

Trauma sebagai runner-up seakan menghantui fans The Gunners. Sebelum tumbang di partai puncak Liga Champions 2005/2006, Arsenal pernah kecewa berat kalah adu penalti musuh Galatasaray di final UEFA Cup 1999/2000.

Rasa sakit terus-menerus menerpa fans The Gunners. Kalah di final Liga Europa 2018/2019 salah satunya. Belum lagi runner-up tiga musim beruntun pada 2023 hingga 2025.

Stigma sudah terkikis setelah juara Liga Inggris musim ini. Bahkan cap langganan runner-up bisa musnah andaikan bisa menumbangkan PSG di final pentas Eropa.

Namun misi ini bukan perkara mudah. PSG adalah juara memperkuat Liga Champions. Dengan kembali melangkah ke final, nampak jelas konsistensi armada Luis Enrique bukan kaleng-kaleng.

PSG juga sudah mengamankan gelar Ligue 1 lebih cepat. Juara liga domestik membuktikan sebuah tim bisa menjaga kualitas dari awal hingga akhir musim.

Kemampuan manajerial Luis Enrique patut diacungi jempol. Sebab tak ada habisnya pemain bintang PSG cedera nyaris di setiap pekannya. Bulan ini saja sudah bertambah empat nama besar masuk ruang medis ialah Nuno Mendes, Willian Pacho, Warren Zaire-Emery, dan Ousmane Dembele.

Kecuali Ousmane Dembele, tiga nama nan disebut sudah tidakhadir dalam tiga laga. Besar angan nama-nama ini bisa prima di final akhir pekan ini. Termasuk Achraf Hakimi nan sudah menepi sebanyak lima laga terakhir.

Situasi serupa juga dialami kubu didikan Mikel Arteta. Jelang laga penentuan, empat sosok kunci seperti Riccardo Calafiori, Ben White, Jurrien Timber, dan Mikel Merino dilaporkan sedang bermasalah pada fisiknya.

Dengan kondisi sama-sama pincang ini, Arteta dan Enrique perlu mencari cara. Siapa bakal juara?

Baca lanjutan kajian ini di laman berikutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Sumber cnn-sport