CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 19:12 WIB
Komite Festival Film Indonesia 2026 berbareng Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Kamis (18/6). (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)
Jakarta, CNN Indonesia --
Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi dimulai pada hari ini, Kamis (18/6), dan mengambil tema Askala Karya Sinema Indonesia. Sementara itu, tanggal penyelenggaraan malam puncak Piala Citra FFI 2026 akan diumumkan di kemudian hari.
Tema tahun ini berangkat dari bahasa Sansekerta nan berfaedah sinar, cahaya, dan harapan, nan dijadikan simbol untuk merepresentasikan perjalanan dan karya insan perfilman Indonesia dari generasi ke generasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komite Festival Film Indonesia, Ario Bayu, mengungkapkan tema tersebut juga menjadi simbol angan agar perfilman Indonesia dapat terus bertumbuh dan berkembang.
"Grand vision-nya itu, angan kami bisa terus berinovasi terhadap lanskap kebudayaan Indonesia untuk melangsungkan peran imajinatif dan cerita, dan pastinya juga terhadap seni teknik perfilman itu sendiri dan juga terhadap ekonomi," kata Ario Bayu saat konvensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Sementara itu, sistem penjurian pada FFI 2026 dipastikan mengalami perubahan nan berangkat pada skema pendaftaran. Komite Festival Film Indonesia (FFI) menetapkan beberapa patokan bagi para sineas nan mau mendaftarkan karya mereka dalam arena Piala Citra ini.
Ketua Bidang Penjurian Festival Film Indonesia, Budi Irawanto, menjelaskan beberapa ketentuan nan wajib dipenuhi para sineas.
Film nan diperbolehkan mendaftar adalah movie nan diproduksi oleh perorangan alias badan norma Indonesia lainnya, baik itu diproduksi sendiri alias kerjasama, alias berkolaborasi, alias melakukan co-produksi dengan perusahaan alias baran norma Indonesia alias badan norma asing.
Festival Film Indonesia 2026 resmi dimulai pada hari ini, Kamis (18/6), dan mengambil tema Askala Karya Sinema Indonesia. Foto: (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)
Untuk movie nan bekerjasama dengan pihak asing, sebagian besar unsur imajinatif dalam movie tersebut kudu dikerjakan oleh penduduk negara Indonesia.
"Jadi kita di satu sisi terbuka dengan perkembangan nan terjadi nan sudah sangat major dalam proses co-produksi tetapi sekali lagi kita mau menggarisbawahi bahwa movie itu diproduksi oleh perusahaan movie Indonesia," kata Budi.
Budi juga menjelaskan bahwa movie nan dapat berkompetisi di arena FFI adalah movie nan ditayangkan kepada publik.
"Film-film tadi ditayangkan untuk publik, biasanya tempat penayangan utama di bioskop, kemudian juga di tempat penayangan movie alternatif, dan juga platform digital, dan juga penayangan di festival-festival movie di Indonesia," kata Budi.
"Mengapa kita perlu menekankan di Indonesia lantaran kita mau bahwa ketentuan ini memberikan kesempatan nan sama alias setara pada movie Indonesia nan dipertontonkan di beragam ruang ini sebagaimana bisa diakses oleh publik di Indonesia," lanjutnya.
Selain ketentuan produksi dan penayangannya, movie nan dapat mendaftarkan diri adalah movie nan tayang mulai tanggal 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026.
"Tetapi movie itu tetap kudu ditayangkan di periode nan sudah ditentukan komite FFI ialah mulai tanggal 1 September 2025, tahun lalu, sampai 31 Agustus 2026, kurang lebih satu tahun," kata Budi.
Para sineas nan mau mendaftar juga wajib menyertakan bukti kewenangan cipta dari movie nan didaftarkan. Hal itu bermaksud untuk memperjelas kepemilikan film.
"Pendaftar juga perlu menyatakan suatu pencapaian buatan nan biasanya diterbitkan oleh pemerintahan norma dan relasi manusia," kata Budi.
"Untuk memperjelas posisi kepemilikan movie alias ownership dari movie ini juga untuk memberikan semacam dalam tanda petik edukasi pentingnya perlindungan kekayaan intelektual terutama bagi teman-teman nan berada di movie non cerita panjang," kata Budi.
Pendaftaran FFI 2026 juga resmi dibuka pada hari ini. Periode pendaftaran bakal berjalan mulai 18 Juni - 31 Agustus 2026.
Para sineas dapat mendaftarkan karya movie mereka nan terbagi menjadi tiga kategori utama, ialah movie cerita panjang, movie non cerita panjang, dan kritik film.
Kategori movie non cerita panjang meliputi movie cerita pendek, movie dokumenter panjang, movie dokumenter pendek, movie animasi panjang, dan movie animasi pendek.
Setelah nominasi terpilih, Festival Film Indonesia 2026 bakal menampilkan film-film tersebut di sejumlah bioskop di beberapa kota di Indonesia.
(end)
Add
as a preferred source on Google
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·