PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Semangat pelestarian budaya Dayak dan kearifan lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali bergelora.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyampaikan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 bakal digelar pada 17–22 Mei 2026 mendatang. Meski dilakukan penyesuaian pada sejumlah rangkaian kegiatan, prinsip dan kemeriahan pagelaran tahunan tersebut dipastikan tidak bakal berkurang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Seniriaty, menegaskan penyelenggaraan FBIM tahun ini tetap merujuk pada agenda resmi wilayah dan masuk dalam almanak Karisma Event Nusantara (KEN).
“Iya, untuk aktivitas Festival Budaya Isen Mulang tahun ini, sesuai pengarahan pimpinan, tetap dilaksanakan sesuai agenda. Karena sudah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara, pelaksanaannya pada tanggal 17 sampai 22 Mei,” ujarnya, Rabu (29/4).
Menurutnya, terdapat sejumlah penyesuaian teknis dalam penyelenggaraan kegiatan. Namun perihal itu bukan berfaedah pengurangan substansi acara, melainkan langkah strategis agar penyelenggaraan lebih efektif dan menyesuaikan kondisi saat ini.
“Bukan dikurangi. Ada 12 aktivitas utama nan bakal dilombakan alias ditampilkan, dan justru ada tambahan event lain nan bakal semakin memperkaya FBIM. Jadi tidak mengurangi prinsip maupun kemeriahannya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, rincian resmi mengenai 12 bagian aktivitas tersebut bakal diumumkan dalam waktu dekat setelah proses finalisasi rampung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng saat ini tetap melakukan pematangan konsep serta penyusunan agenda detail.
“Kami sedang mematangkan seluruh rangkaian kegiatan. Nanti secara resmi bakal kami sampaikan. Masyarakat juga bisa memantau info melalui kanal resmi Disbudpar,” tambahnya.
Salah satu agenda nan dipastikan tetap digelar adalah karnaval budaya, nan selama ini menjadi daya tarik utama FBIM. Karnaval tersebut menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, hingga atraksi budaya dari seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.
“Karnaval budaya tetap ada. Itu pasti,” tegas Seniriaty.
Namun demikian, untuk lomba perahu hias nan biasanya turut meramaikan festival, tahun ini belum dapat dilaksanakan. Pertimbangan efisiensi anggaran menjadi salah satu argumen utama.
“Perahu hias tahun ini belum dilaksanakan lantaran memerlukan biaya nan cukup tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Seniriaty menyampaikan bahwa seluruh 14 kabupaten/kota di Kalteng menunjukkan antusiasme tinggi untuk berperan-serta dalam FBIM 2026. Informasi mengenai penyelenggaraan pagelaran telah disampaikan kepada pemerintah wilayah masing-masing.
“Mereka antusias sekali untuk ikut. Semua 14 kabupaten/kota siap berpartisipasi,” katanya.
Sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Bumi Tambun Bungai, FBIM bukan hanya menjadi arena pelestarian tradisi dan seni daerah, tetapi juga berkedudukan strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan masuknya FBIM dalam Karisma Event Nusantara, posisi pagelaran ini semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata nasional.
Pemerintah Provinsi Kalteng berambisi penyelenggaraan FBIM 2026 dapat berjalan sukses, meriah, dan memberikan akibat positif bagi promosi budaya wilayah serta peningkatan kunjungan wisatawan. (ovi/ans/kpg)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Semangat pelestarian budaya Dayak dan kearifan lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali bergelora.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyampaikan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 bakal digelar pada 17–22 Mei 2026 mendatang. Meski dilakukan penyesuaian pada sejumlah rangkaian kegiatan, prinsip dan kemeriahan pagelaran tahunan tersebut dipastikan tidak bakal berkurang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Seniriaty, menegaskan penyelenggaraan FBIM tahun ini tetap merujuk pada agenda resmi wilayah dan masuk dalam almanak Karisma Event Nusantara (KEN).
“Iya, untuk aktivitas Festival Budaya Isen Mulang tahun ini, sesuai pengarahan pimpinan, tetap dilaksanakan sesuai agenda. Karena sudah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara, pelaksanaannya pada tanggal 17 sampai 22 Mei,” ujarnya, Rabu (29/4).
Menurutnya, terdapat sejumlah penyesuaian teknis dalam penyelenggaraan kegiatan. Namun perihal itu bukan berfaedah pengurangan substansi acara, melainkan langkah strategis agar penyelenggaraan lebih efektif dan menyesuaikan kondisi saat ini.
“Bukan dikurangi. Ada 12 aktivitas utama nan bakal dilombakan alias ditampilkan, dan justru ada tambahan event lain nan bakal semakin memperkaya FBIM. Jadi tidak mengurangi prinsip maupun kemeriahannya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, rincian resmi mengenai 12 bagian aktivitas tersebut bakal diumumkan dalam waktu dekat setelah proses finalisasi rampung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng saat ini tetap melakukan pematangan konsep serta penyusunan agenda detail.
“Kami sedang mematangkan seluruh rangkaian kegiatan. Nanti secara resmi bakal kami sampaikan. Masyarakat juga bisa memantau info melalui kanal resmi Disbudpar,” tambahnya.
Salah satu agenda nan dipastikan tetap digelar adalah karnaval budaya, nan selama ini menjadi daya tarik utama FBIM. Karnaval tersebut menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, hingga atraksi budaya dari seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.
“Karnaval budaya tetap ada. Itu pasti,” tegas Seniriaty.
Namun demikian, untuk lomba perahu hias nan biasanya turut meramaikan festival, tahun ini belum dapat dilaksanakan. Pertimbangan efisiensi anggaran menjadi salah satu argumen utama.
“Perahu hias tahun ini belum dilaksanakan lantaran memerlukan biaya nan cukup tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Seniriaty menyampaikan bahwa seluruh 14 kabupaten/kota di Kalteng menunjukkan antusiasme tinggi untuk berperan-serta dalam FBIM 2026. Informasi mengenai penyelenggaraan pagelaran telah disampaikan kepada pemerintah wilayah masing-masing.
“Mereka antusias sekali untuk ikut. Semua 14 kabupaten/kota siap berpartisipasi,” katanya.
Sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Bumi Tambun Bungai, FBIM bukan hanya menjadi arena pelestarian tradisi dan seni daerah, tetapi juga berkedudukan strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan masuknya FBIM dalam Karisma Event Nusantara, posisi pagelaran ini semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata nasional.
Pemerintah Provinsi Kalteng berambisi penyelenggaraan FBIM 2026 dapat berjalan sukses, meriah, dan memberikan akibat positif bagi promosi budaya wilayah serta peningkatan kunjungan wisatawan. (ovi/ans/kpg)
4 hari yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·