F5 Rilis Keamanan Canggih Buat Tangkal Ancaman Ai

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Perusahaan keamanan siber F5 baru saja memperkenalkan sederet keahlian keamanan terbaru di arena AppWorld. Inovasi ini sengaja dirancang untuk memperkuat perlindungan terhadap aplikasi modern dan ancaman peretasan berbasis AI.

Seluruh fitur baru ini diintegrasikan langsung ke dalam platform jagoan mereka nan berjulukan F5 ADSP. Teknologi ini menyatukan perlindungan ancaman cerdas, kontrol akses zero trust, hingga arsitektur nan siap menghadapi akibat komputasi kuantum.

Bos produk F5 Kunal Anand menyebut bahwa tim keamanan saat ini tidak memerlukan lebih banyak sirine peringatan. Mereka justru lebih memerlukan sebuah sistem nan bisa meminimalisir celah keamanan secara efektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ADSP mendekatkan siklus dari pengidentifikasian akibat hingga penerapan perlindungan. Ini mencakup transisi dari kerentanan model IT nan terdeteksi menuju runtime guardrails nan tervalidasi, penilaian akibat berbasis AI, dan jalur praktis menuju zero trust dan kesiapan pascakuantum. Intinya sederhana: bergerak lebih sigap sembari mengurangi lanskap ancaman nan dihadapi," jelas Kunal dalam keterangan nan diterima detikINET.

Pendekatan baru ini diklaim bisa mendekatkan siklus dari proses identifikasi akibat hingga ke tahap penerapan perlindungan. Intinya, perusahaan bisa bergerak lebih sigap sembari terus mengurangi lanskap ancaman nan mengintai sistem mereka.

Salah satu fitur unggulan nan dibawa adalah F5 AI Remediate nan mengotomatiskan proses penambalan celah keamanan. Fitur software ini membantu organisasi menekan akibat paparan ancaman dengan sigap tanpa kudu mengganggu aplikasi nan sedang berjalan.

F5 juga membawa pembaruan pada sistem pertahanan bot mereka untuk menjawab tantangan baru dari pesatnya otomatisasi AI. Sistem ini sekarang bisa membedakan secara jelas mana lampau lintas info nan berasal dari manusia, bot biasa, maupun pemasok cerdas.

Hanya pemasok AI nan sudah terverifikasi nan diizinkan untuk berinteraksi dengan aplikasi perusahaan. Hal ini memastikan aktivitas mencurigakan bisa langsung diblokir sejak awal untuk menjaga keamanan info konsumen.

Perlindungan ini tidak terikat pada satu tempat lantaran bisa menjangkau ekosistem hardware di server lokal hingga ke jasa cloud. F5 apalagi sudah menyiapkan solusi kriptografi tingkat tinggi untuk menghadapi ancaman dari komputer kuantum di masa depan.

Lembaga riset Gartner menyarankan organisasi untuk mulai mengevaluasi solusi perlindungan keamanan nan berbasis platform terpadu. Pendekatan semacam ini dinilai efektif untuk mencegah performa jaringan menjadi lambat, demikian dikutip detikINET dari keterangan tertulis F5, Kamis (9/4/2026).

Melihat semakin pintarnya strategi serangan siber nan sekarang mulai memanfaatkan pemasok AI, sistem pertahanan perusahaan memang wajib ikut berevolusi. Mengandalkan perangkat keamanan tradisional sepertinya bakal membikin admin IT kewalahan menghadapi gempuran hacker masa kini.


(asj/rns)

Sumber detik-inet