Jakarta -
Lonjakan nilai minyak dan penutupan Selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membikin untung dua raksasa minyak dan gas (migas), Exxon Mobil dan Chevron ambruk sangat dalam pada kuartal I-2026.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (2/5/2026), dalam laporan keahlian perusahaan pada Jumat (30/4) kemarin, Exxon membukukan untung US$ 85,14 miliar alias Rp 1.475,98 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, turun hingga 45% jika dibandingkan periode nan sama 2025. Beruntung, keahlian Exxon Mobil ini tetap melampaui perkiraan pendapatan dari Wall Street untuk kuartal I-2026 ialah US$ 82,18 miliar alias Rp 1.424,67 triliun.
Sementara untung bersih Chevron dilaporkan mencapai US$ 48,61 miliar alias Rp 842,7 triliun, ambruk 36% jika dibandingkan kuartal I-2025. Angka ini juga tercatat lebih rendah dari perkiraan Wall Street sebesar US$ 52,1 miliar alias Rp 903,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbas Perang ke Exxon Mobil dan Chevron
CEO Exxon Mobil, Darren Woods, mengatakan perang di area Timur Tengah tersebut mempengaruhi sekitar 15% produksi perusahaan. Menurutnya bentrok ini juga sangat mempengaruhi proses pengiriman dan rantai pasok minyak perusahaan.
Padahal dibutuhkan waktu hingga dua bulan agar aliran minyak kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka kembali, dan dibutuhkan waktu sekitar satu bulan agar minyak nan dikirim dari area itu untuk sampai ke pelanggan.
"Exxon mengalihkan sekitar 13 juta barel ke pasar nan paling membutuhkannya selama perang. Namun, tindakan ini berakibat negatif secara akuntansi terhadap pendapatan Exxon pada kuartal I," kata Woods.
Sementara itu CEO Chevron, Mike Wirth, mengatakan perusahaan kurang terpapar akibat perang dibandingkan dengan perusahaan sejenisnya. Sebab lini operasi mereka di Arab Saudi, Kuwait, dan Israel tergolong mini dibandingkan dengan posisi perusahaan di Amerika Utara dan Selatan, Asia, dan Afrika, katanya.
"Dampak nan kami rasakan dari peristiwa di Timur Tengah terhadap perusahaan kami relatif lebih mini dibandingkan perusahaan lain," kata Wirth.
(igo/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·