SAMPIT – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Mentaya Hulu memaksa enam sekolah dasar menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dialihkan menjadi Belajar dari Rumah (BDR) hingga kondisi memungkinkan.
Enam sekolah nan terdampak banjir tersebut meliputi SDN 3 Tanjung Jariangau, SDN 2 Tanjung Jariangau, SDN 1 Bawan, SDN 3 Kuala Kuayan, SDN 1 Tanjung Jariangau dan SDN 2 Kuala Kuayan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan genangan air nan mencapai lingkungan sekolah membikin aktivitas belajar di kelas tidak dapat dilaksanakan dengan normal.
“Berdasarkan laporan nan kami terima dari kepala sekolah, ada enam sekolah di tiga wilayah Kecamatan Mentaya Hulu nan tidak dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka lantaran terdampak banjir,” ujar Yolanda, Selasa 19 Mei 2026.
Meski aktivitas di sekolah dihentikan sementara, dia memastikan peserta didik tetap mengikuti pembelajaran dari rumah. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap melangkah di tengah kondisi darurat banjir.
“Anak-anak tetap belajar, hanya lokasinya dari rumah lantaran situasi saat ini tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah,” katanya.
Menurut Yolanda, pihak sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi di lapangan. Karena itu, penyelenggaraan BDR dapat diterapkan tanpa kudu menunggu terbitnya surat info unik dari Dinas Pendidikan.
“Sekolah bisa memandang langsung kondisi masing-masing. Jika aktivitas belajar di sekolah tidak memungkinkan, maka pembelajaran dapat dilakukan dari rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa siswa-siswa bukan libur, melainkan proses belajar nan dipindahkan sementara di rumah.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan mengenai situasi banjir dan menjadi bahan penyesuaian aktivitas belajar mengajar.
“Informasi kondisi banjir sudah kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Mekanisme pembelajaran tentu disesuaikan dengan situasi nan terjadi di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.
Data BPBD menunjukkan tinggi genangan saat ini berada pada kisaran 34 hingga 89 sentimeter di atas permukaan jalan. Di beberapa lokasi, air apalagi dilaporkan hanya berjarak sekitar 9 sentimeter dari lantai rumah warga.
“Ketinggian air mengalami kenaikan sekitar empat sentimeter dibanding hari sebelumnya,” kata Multazam.
Hingga Selasa sore, banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Mentaya Hulu tetap memperkuat dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. (Nardi)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·