Jakarta -
Muncul postingan di mana Elon Musk disebut berambisi untuk 'membungkus' Matahari. Unggahan tersebut bersikulasi di media sosial secara liar belakangan ini.
Banyak di antaranya menyertakan visual nan menunjukkan struktur besar nan ditempatkan di sekitar bintang raksasa itu. Ide ini disajikan sebagai langkah untuk menangkap daya langsung dari Matahari.
Sejumlah unggahan menggambarkannya sebagai langkah masa depan tentang gimana daya dapat digunakan dalam skala nan jauh lebih besar. Konsep ini telah dibagikan melalui video pendek dan unggahan gambar. Berbagai jenis dari buahpikiran nan sama terus muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola Dyson dan Peradaban Tipe II
Apa nan dijelaskan dalam postingan ini selaras dengan konsep lama nan dikenal sebagai Bola Dyson. Alih-alih cangkang padat, buahpikiran ini biasanya melibatkan jaringan struktur nan luas nan mengorbit bintang, mengumpulkan energinya.
Konsep ini telah muncul dalam obrolan ilmiah dan fiksi ilmiah selama beberapa dekade. Konsep peradaban nan menggunakan semua daya dari bintangnya.
Secara teori, skala buahpikiran ini susah dipahami. Jumlah material nan dibutuhkan bakal sangat besar, dan struktur tersebut kudu bergerak secara terkoordinasi di sekitar Matahari.
Ide ini mengenai erat dengan sesuatu nan disebut Skala Kardashev. Skala ini mengukur seberapa maju suatu peradaban berasas seberapa banyak daya nan dapat digunakannya.
Peradaban Tipe I menggunakan daya nan tersedia di planet asalnya. Sebaliknya, peradaban Tipe II beraksi pada skala bintangnya, menangkap sebagian besar energinya.
Sulit direalisasikan
Ide-ide seperti ini melibatkan struktur nan sangat besar nan dibangun di luar angkasa. Struktur ini sering digambarkan sebagai sistem nan mengorbit di sekitar sebuah bintang. Skalanya jelas sangat besar daripada apa pun nan saat ini digunakan.
Membangun sistem berbasis ruang angkasa nan lebih mini pun memerlukan waktu, perencanaan, dan pengujian. Misi saat ini berfokus pada satelit, stasiun, dan sistem transportasi. Sistem-sistem ini beraksi pada skala nan jauh lebih kecil.
Konsep mengelilingi sebuah bintang muncul dalam obrolan ilmiah dan karya tulis dari dekade-dekade sebelumnya. Ide ini sering muncul dalam obrolan tentang perkembangan teknologi di masa depan.
Apakah betul Elon Musk punya buahpikiran gila ini?
Ide untuk 'membungkus' Matahari adalah proyek nan sangat sangat liar. Meski begitu, Elon Musk juga dikenal orang nan punya pemikiran luas dan tak takut dengan pendapat di luar nalar, misalnya membangun koloni di Mars.
Kendati demikian, belum ada rencana alias pengumuman nan dikonfirmasi dari perusahaannya mengenai rekayasa luar angkasa skala besar. Belum ada peta jalan resmi alias perincian proyek nan dibagikan mengenai ide-ide tersebut. Jadi, belum dapat dibenarkan bahwa Musk punya ambisi untuk melakukan perihal tersebut. Demikian melansir Sify, Rabu (1/4/2026).
(ask/ask)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·