Dprd Seruyan Soroti Kualitas Aspal Bundaran Iii, Dinilai Jauh Dari Harapan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KUALA PEMBUANG – Kinerja pembangunan prasarana kembali menjadi sorotan. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti pengerjaan aspal di Bundaran III Kuala Pembuang nan dinilai tidak maksimal dan terkesan dikerjakan tanpa perencanaan matang.

Melalui Tim Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, DPRD terus mendalami penyelenggaraan beragam program pemerintah daerah. Dalam rapat nan digelar di ruang serbaguna DPRD , sejumlah temuan mencuat, salah satunya mengenai kualitas pengerjaan Bundaran III.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD , Zuli Eko Prasetyo, didampingi Wakil Ketua I, Harsandi. Dalam forum itu, personil Pansus secara tegas mempertanyakan hasil pekerjaan proyek nan menyedot anggaran sekitar Rp4,9 miliar tersebut.

Anggota Pansus, Bejo Riyanto, mengungkapkan kejanggalan pada hasil pengerjaan nan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran. Ia menilai kondisi aspal terlihat tidak rata dan kurang rapi, sehingga memunculkan dugaan pengerjaan dilakukan secara asal-asalan.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD , Zuli Eko Prasetyo. Ia menegaskan bahwa setiap proyek prasarana kudu melalui perencanaan nan matang, termasuk memperhatikan aspek teknis seperti kemiringan jalan dan kerapian hasil akhir.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD , Harsandi, menilai secara kasat mata kualitas pekerjaan tersebut memang kurang memuaskan. Ia apalagi menyebut kontraktor pelaksana perlu diberikan teguran tegas.

“Ini bakal menjadi catatan krusial dan kami masukkan dalam rekomendasi Pansus LKPJ Tahun 2025,” tegasnya.

Lebih lanjut, Harsandi menekankan bahwa pembangunan bulatan semestinya dirancang melalui konsep nan jelas, apalagi jika perlu melalui sayembara kreasi agar hasilnya lebih optimal, efisien, dan fungsional. Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan masterplan sebagai referensi pembangunan jangka panjang.

“Perencanaan harusnya lebih baik jangan terkesan asal-asala dan wajib membikin masterplan untuk membangun,” pungkasnya.

(ASY)

Sumber info-lokal