PALANGKA RAYA – Kenaikan nilai plastik mendorong perlunya langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut, sekaligus membuka kesempatan penggunaan bungkusan ramah lingkungan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai kondisi ini kudu dimanfaatkan sebagai momentum untuk beranjak ke bahan alami nan tersedia di daerah.
“Palangka Raya mempunyai potensi sumber daya alam nan cukup melimpah, seperti daun pandan, daun nipah, dan daun pisang, nan dapat dijadikan pengganti bungkusan pengganti plastik,” ucapnya, Rabu 8 April 2026.
Selain itu perihal ini menjadi kesempatan untuk memanfaatkan bahan alami nan ada di sekitar kita sebagai pengganti plastik.
“Upaya pengurangan penggunaan plastik sebenarnya telah lama didorong oleh pemerintah daerah, terutama dalam aktivitas perdagangan,” tambahnya.
Selain aspek lingkungan, penggunaan bungkusan alami juga dinilai mempunyai nilai ekonomi, lantaran dapat mendorong tumbuhnya upaya baru di bagian kerajinan berbasis bahan lokal.
“Tidak hanya ramah lingkungan, ini juga bisa membuka kesempatan upaya bagi masyarakat,” lanjutnya.
Penggunaan plastik nan berlebihan berpotensi menimbulkan akibat negatif terhadap lingkungan, mengingat sifatnya nan susah terurai.
“Karena itu, membujuk masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk mulai beranjak ke bungkusan nan lebih ramah lingkungan dan mudah didapat. Ini bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi daerah,” ungkapnya. (yud)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·