Dprd Kotim Desak Percepatan Konversi Minyak Tanah Ke Elpiji Di Enam Kecamatan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timur (Kotim) mendorong percepatan penyelenggaraan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram di enam kecamatan nan hingga sekarang belum tersentuh kebijakan tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, Hendra Sia, menegaskan bahwa seluruh wilayah di Kotim semestinya sudah beranjak ke penggunaan elpiji. Ia menilai, belum meratanya program konversi menjadi salah satu aspek utama melonjaknya nilai gas di lapangan.

“Distribusi elpiji ini belum merata. Akibatnya, wilayah nan belum terkonversi ikut mengambil jatah dari kecamatan lain, sehingga memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kuota. Pasokan elpiji nan semestinya hanya untuk 11 kecamatan, justru kudu memenuhi kebutuhan hingga 17 kecamatan.

Fenomena tersebut terjadi lantaran masyarakat di enam kecamatan nan belum mendapatkan program konversi sudah banyak beranjak menggunakan gas. Hal itu dipicu semakin sulitnya memperoleh minyak tanah, sehingga elpiji menjadi pengganti utama.

Adapun enam kecamatan nan dimaksud ialah Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang. Di wilayah tersebut, masyarakat apalagi sudah umum menggunakan kompor gas.

Namun, lantaran belum masuk dalam program resmi, penduduk kudu membeli elpiji dari kecamatan lain nan telah terkonversi. Kondisi ini turut meningkatkan tekanan terhadap pengedaran nan sudah terbatas.

Dampaknya, nilai elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah mengalami lonjakan signifikan. Di wilayah pelosok, nilai bisa mencapai Rp100 ribu per tabung. Sementara di Sampit, nilai di tingkat pengecer berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, apalagi bisa naik hingga Rp50 ribu saat stok menipis.

Hendra menambahkan, keberadaan elpiji 3 kilogram sangat vital, tidak hanya bagi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah.

“Elpiji ini sangat membantu UMKM dalam menjalankan upaya mereka. Dampaknya tentu juga berpengaruh pada perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Ia pun meminta pemerintah wilayah terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat serta Pertamina agar program konversi bisa segera direalisasikan secara menyeluruh di Kotim.

“Kami berambisi ada perhatian serius, khususnya untuk enam kecamatan nan belum terjangkau, agar masyarakat bisa mendapatkan elpiji dengan mudah dan nilai sesuai HET,” ungkap politisi Perindo ini. (nardi)

Sumber info-lokal