PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) turut memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5/2026).
Dalam penampilannya, Dislutkan Kalteng memadukan budaya masyarakat nan tinggal di sekitar perairan dengan potensi sektor perikanan nan unggul di daerah, dengan mengangkat tema “Ekonomi Biru : Meningkatkan Harkat Melalui Potensi Perikanan Kalimantan Tengah”.
Atraksi diawali dengan tindakan Jagau dan Nyai nan mengenakan busana budaya unik Kalteng, dipadukan dengan perangkat tangkap tradisional. Penampilan ini melambangkan generasi muda nan menjaga warisan budaya masyarakat pesisir di tengah modernisasi.
Selain itu, tarian udang menjadi salah satu daya tarik karnaval. Tarian ini menggambarkan aktivitas para nelayan saat mencari udang di perairan Kalteng sekaligus mencerminkan semangat kerja keras dan kebersamaan masyarakat pantai.
Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni mengatakan bahwa keterlibatan Dislutkan Kalteng dalam FBIM 2026 adalah bentuk komitmen untuk memperkenalkan potensi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat luas sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Melalui Festival Budaya Isen Mulang ini, kami mau menjelaskan bahwa sektor perikanan di Kalimantan Tengah mempunyai potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah. Selain itu, budaya masyarakat perairan juga menjadi identitas nan perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Sri Widanarni.
Ia menambahkan, partisipasi Dislutkan juga merupakan support untuk visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, khususnya dalam mendorong pembangunan berbasis budaya, ketahanan pangan, dan ekonomi biru dengan semangat Huma Betang.
Di akhir penampilan, Dislutkan Kalteng mempersembahkan mobil hias dengan miniatur Huma Betang sebagai simbol persatuan masyarakat Kalteng.
Sementara, komoditas unggulan ialah Udang Vaname ditampilkan sebagai representasi potensi ekonomi sektor perikanan daerah.
Seluruh penampilan ini dikemas dalam corak kapal besar nan melambangkan perjalanan masyarakat Kalteng dalam menjaga budaya dan membangun masa depan nan berkepanjangan untuk sektor kelautan dan perikanan.
Dengan mengikuti Karnaval Budaya FBIM 2026, Dislutkan Kalteng berambisi agar potensi sektor kelautan dan perikanan semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi bagian krusial dalam pembangunan ekonomi daerah.(mmckalteng)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) turut memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5/2026).
Dalam penampilannya, Dislutkan Kalteng memadukan budaya masyarakat nan tinggal di sekitar perairan dengan potensi sektor perikanan nan unggul di daerah, dengan mengangkat tema “Ekonomi Biru : Meningkatkan Harkat Melalui Potensi Perikanan Kalimantan Tengah”.
Atraksi diawali dengan tindakan Jagau dan Nyai nan mengenakan busana budaya unik Kalteng, dipadukan dengan perangkat tangkap tradisional. Penampilan ini melambangkan generasi muda nan menjaga warisan budaya masyarakat pesisir di tengah modernisasi.
Selain itu, tarian udang menjadi salah satu daya tarik karnaval. Tarian ini menggambarkan aktivitas para nelayan saat mencari udang di perairan Kalteng sekaligus mencerminkan semangat kerja keras dan kebersamaan masyarakat pantai.
Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni mengatakan bahwa keterlibatan Dislutkan Kalteng dalam FBIM 2026 adalah bentuk komitmen untuk memperkenalkan potensi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat luas sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Melalui Festival Budaya Isen Mulang ini, kami mau menjelaskan bahwa sektor perikanan di Kalimantan Tengah mempunyai potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah. Selain itu, budaya masyarakat perairan juga menjadi identitas nan perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Sri Widanarni.
Ia menambahkan, partisipasi Dislutkan juga merupakan support untuk visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, khususnya dalam mendorong pembangunan berbasis budaya, ketahanan pangan, dan ekonomi biru dengan semangat Huma Betang.
Di akhir penampilan, Dislutkan Kalteng mempersembahkan mobil hias dengan miniatur Huma Betang sebagai simbol persatuan masyarakat Kalteng.
Sementara, komoditas unggulan ialah Udang Vaname ditampilkan sebagai representasi potensi ekonomi sektor perikanan daerah.
Seluruh penampilan ini dikemas dalam corak kapal besar nan melambangkan perjalanan masyarakat Kalteng dalam menjaga budaya dan membangun masa depan nan berkepanjangan untuk sektor kelautan dan perikanan.
Dengan mengikuti Karnaval Budaya FBIM 2026, Dislutkan Kalteng berambisi agar potensi sektor kelautan dan perikanan semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi bagian krusial dalam pembangunan ekonomi daerah.(mmckalteng)
3 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·