SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerjasama antara sekolah dan orang tua melalui aktivitas kelas orang tua nan digelar SMPN 1 Sampit, Sabtu 11 April 2026 di Gedung Futsal Stadion 29 Nopember.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan peluncuran sekolah model pembelajaran mendalam (PM) serta kelas imajinatif dan kondusif (KKA) nan bermaksud menciptakan lingkungan pendidikan nan nyaman dan berpihak pada anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, menyampaikan bahwa aktivitas ini bukan sekadar pertemuan antara orang tua dan pihak sekolah, tetapi menjadi langkah berbareng dalam membangun sistem pendidikan nan lebih kuat dan hangat.
“Ini adalah momen nan sangat istimewa. Bukan hanya pertemuan orang tua dan sekolah, tetapi langkah berbareng membangun pendidikan nan lebih berpihak kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berjalan di sekolah, tetapi juga kudu tumbuh di lingkungan keluarga. Ia menegaskan bahwa orang tua merupakan pembimbing pertama dan utama bagi anak-anak.
“Kita mau memastikan pendidikan tidak hanya hidup di sekolah, tetapi juga berkembang di rumah. Karena sejatinya orang tua adalah pembimbing pertama dan utama,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong komitmen berbareng agar lingkungan pendidikan bebas dari kekerasan dan bisa menjadi ruang nan aman, nyaman, serta menyenangkan bagi peserta didik.
“Sekolah kudu menjadi tempat anak merasa dihargai, didengar, dan senang dalam belajar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, juga diluncurkan program pembelajaran mendalam nan menekankan pemahaman konsep, aplikasi, dan refleksi, bukan sekadar hafalan. Program tersebut turut dilengkapi dengan pengenalan coding dan kepintaran artifisial sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
“Pembelajaran ini bermaksud membentuk keahlian logis, sistematis, serta pemahaman teknologi pada siswa,” jelasnya.
Tak hanya itu, aktivitas ini juga diisi dengan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak, guna memperkuat pemahaman seluruh pihak bahwa setiap anak berkuasa mendapatkan perlindungan dan pendampingan dengan penuh kasih sayang.
Yolanda juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan.
“Pendidikan tidak bisa melangkah sendiri. Ketika sekolah dan orang tua melangkah seiring, saling percaya dan mendukung, maka hasilnya bakal jauh lebih baik bagi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Disdik Kotim juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, nan bakal memasuki masa purna tugas pada 1 Juni 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim dan Dinas Pendidikan, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian beliau selama ini dalam memajukan bumi pendidikan,” ucapnya.
Ia berharap, meski telah memasuki masa purna tugas, pengalaman dan kontribusi Suyoso tetap dapat dimanfaatkan dalam pembinaan pendidikan ke depan.
Mengakhiri sambutannya, Yolanda membujuk seluruh pihak menjadikan aktivitas ini sebagai titik awal memperkuat sinergi demi menciptakan lingkungan pendidikan nan kondusif dan menyenangkan.
“Tidak perlu langkah besar, cukup dimulai dari komunikasi nan baik antara orang tua dan sekolah, perhatian terhadap anak, serta komitmen bersama. Karena keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (nardi)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·