Disdik Kalteng Dorong Pemerataan Pendidikan, Digitalisasi Jangkau Pelosok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok melalui percepatan digitalisasi sekolah dan peningkatan sarana prasarana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdik Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menegaskan komitmen pemerintah wilayah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan hingga ke wilayah pelosok.

‎Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri aktivitas peninjauan sarana dan prasarana (sarpras) SMA/SMK/SKH di Kabupaten Kapuas, nan dirangkai dengan kunjungan ke SMAN 2 Kuala Kapuas, Senin (30/3/2026).

‎Reza mengungkapkan bahwa aktivitas peninjauan melangkah dengan lancar dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, sekaligus menyampaikan pesan-pesan dari Gubernur  H. Agustiar Sabran mengenai pembangunan sektor pendidikan.

‎“Alhamdulillah kita berkesempatan meninjau sarana dan prasarana SMA/SMK/SKH di Kabupaten Kapuas. Kegiatan melangkah lancar, dihadiri Plt Sekda, dan pesan-pesan Pak Gubernur juga sudah tersampaikan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannnya, Rabu (1/4).

‎Dalam kesempatan tersebut, turut ditampilkan pagelaran dari para siswa nan menunjukkan potensi dan talenta mereka. Pemerintah Provinsi Kalteng pun memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai corak support terhadap pengembangan minat dan talenta peserta didik.

‎Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa saat ini akomodasi pendidikan di jenjang SMA/SMK/SKH di Kalteng telah mengalami digitalisasi secara signifikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghapus kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Electronic money exchangers listing

‎“Fasilitas pendidikan kita sekarang sudah terdigitalisasi dengan baik. Ini untuk memutus mata rantai kesenjangan antara kota dan desa, sehingga kualitas pendidikan bisa merata,” jelasnya.

‎Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan Gubernur Kalteng berfokus pada pembangunan dari wilayah pedalaman.

Menurutnya, pemerataan pendidikan menjadi prioritas agar seluruh anak di Kalteng mempunyai kesempatan nan sama untuk berkembang.

‎“Keinginan Pak Gubernur jelas, pembangunan pendidikan dimulai dari pedalaman, bukan hanya dari perkotaan,” tegasnya.

‎Selain peningkatan sarana dan prasarana, Disdik Kalteng juga secara konsisten melakukan pemetaan potensi siswa setiap tahunnya. Melalui asesmen nan dilakukan, talenta dan keahlian intelektual siswa dapat diidentifikasi secara lebih terarah.

‎“Kita tiap tahun sudah menyiapkan asesmen. Anak-anak kita petakan bakatnya di mana, termasuk IQ-nya. Dari situ kelak kita seleksi sekitar 3.000 siswa terbaik untuk kita bina lebih lanjut,” ungkap Reza.

‎Program pembinaan tersebut bermaksud untuk mempersiapkan generasi muda Kalteng agar mempunyai daya saing tinggi, khususnya dalam menghadapi seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta beragam sekolah kedinasan.

‎Dengan beragam langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis dapat mencetak sumber daya manusia unggul nan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional.

‎Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah wilayah dalam menghadirkan pendidikan nan inklusif, merata, dan berbobot bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.(tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok melalui percepatan digitalisasi sekolah dan peningkatan sarana prasarana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdik Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menegaskan komitmen pemerintah wilayah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan hingga ke wilayah pelosok.

‎Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri aktivitas peninjauan sarana dan prasarana (sarpras) SMA/SMK/SKH di Kabupaten Kapuas, nan dirangkai dengan kunjungan ke SMAN 2 Kuala Kapuas, Senin (30/3/2026).

Electronic money exchangers listing

‎Reza mengungkapkan bahwa aktivitas peninjauan melangkah dengan lancar dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, sekaligus menyampaikan pesan-pesan dari Gubernur  H. Agustiar Sabran mengenai pembangunan sektor pendidikan.

‎“Alhamdulillah kita berkesempatan meninjau sarana dan prasarana SMA/SMK/SKH di Kabupaten Kapuas. Kegiatan melangkah lancar, dihadiri Plt Sekda, dan pesan-pesan Pak Gubernur juga sudah tersampaikan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannnya, Rabu (1/4).

‎Dalam kesempatan tersebut, turut ditampilkan pagelaran dari para siswa nan menunjukkan potensi dan talenta mereka. Pemerintah Provinsi Kalteng pun memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai corak support terhadap pengembangan minat dan talenta peserta didik.

‎Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa saat ini akomodasi pendidikan di jenjang SMA/SMK/SKH di Kalteng telah mengalami digitalisasi secara signifikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghapus kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

‎“Fasilitas pendidikan kita sekarang sudah terdigitalisasi dengan baik. Ini untuk memutus mata rantai kesenjangan antara kota dan desa, sehingga kualitas pendidikan bisa merata,” jelasnya.

‎Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan Gubernur Kalteng berfokus pada pembangunan dari wilayah pedalaman.

Menurutnya, pemerataan pendidikan menjadi prioritas agar seluruh anak di Kalteng mempunyai kesempatan nan sama untuk berkembang.

‎“Keinginan Pak Gubernur jelas, pembangunan pendidikan dimulai dari pedalaman, bukan hanya dari perkotaan,” tegasnya.

‎Selain peningkatan sarana dan prasarana, Disdik Kalteng juga secara konsisten melakukan pemetaan potensi siswa setiap tahunnya. Melalui asesmen nan dilakukan, talenta dan keahlian intelektual siswa dapat diidentifikasi secara lebih terarah.

‎“Kita tiap tahun sudah menyiapkan asesmen. Anak-anak kita petakan bakatnya di mana, termasuk IQ-nya. Dari situ kelak kita seleksi sekitar 3.000 siswa terbaik untuk kita bina lebih lanjut,” ungkap Reza.

‎Program pembinaan tersebut bermaksud untuk mempersiapkan generasi muda Kalteng agar mempunyai daya saing tinggi, khususnya dalam menghadapi seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta beragam sekolah kedinasan.

‎Dengan beragam langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis dapat mencetak sumber daya manusia unggul nan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional.

‎Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah wilayah dalam menghadirkan pendidikan nan inklusif, merata, dan berbobot bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.(tim)

Sumber prokalteng