Dirigen Agustinus Bambang Jusana Meninggal Dunia

Sedang Trending 1 hari yang lalu

OBITUARI

CNN Indonesia

Rabu, 17 Jun 2026 18:18 WIB

Agustinus Bambang Jusana Dirigen Agustinus Bambang Jusana meninggal bumi saat berumur 56 tahun pada Selasa (16/6). (Arsip Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia --

Dirigen Agustinus Bambang Jusana meninggal bumi saat berumur 56 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, pada Selasa (16/6) pukul 20.39 WIB.

Agustinus Bambang Jusana merupakan tokoh nan dikenal sukses membawa rupa-rupa golongan vokal tanah air ke beragam panggung dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari dua dasawarsa berkarier, laki-laki kelahiran Jawa Barat 9 April 1970 ini mendedikasikan hidupnya untuk meningkatkan standar kualitas musikal serta karakter para penyanyi muda Indonesia agar bisa berdiri sejajar di tingkat global.

Perjalanan panjang Bambang di bumi paduan bunyi bermulai saat dia berasosiasi sebagai personil Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.

Ketertarikan nan awalnya tumbuh dari aktivitas kemahasiswaan tersebut berkembang menjadi panggilan hidup, hingga dia memutuskan mendalami pengetahuan conducting secara umum di bawah pengarahan langsung maestro dirigen Indonesia, Avip Priatna.

Di ruang latihan, Bambang dikenal sebagai sosok nan teliti dan disiplin, namun tetap hangat lantaran percaya bahwa keberhasilan paduan bunyi tidak hanya ditentukan oleh teknik bernyanyi, melainkan juga oleh kebersamaan.

[Gambas:Video CNN]

Sepanjang hidupnya, dia tercatat pernah memimpin banyak golongan vokal di seluruh Indonesia, seperti Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha Bandung, Paduan Suara Institut Perbanas Jakarta, hingga Borneo Cantata Samarinda.

Di bawah arahannya, kelompok-kelompok tersebut sukses mengukir prestasi membanggakan dan membawa pulang penghargaan dari beragam kejuaraan di Yunani, Jerman, Spanyol, Italia, Austria, Malta, Singapura, hingga Korea Selatan.

Salah satu prestasi puncaknya diraih pada 2009 ketika dia dianugerahi penghargaan Best Conductor di Riva del Garda, Italia.

Aransemen lagu wilayah seperti Yamko Rambe dari Papua dan Djanger dari Bali menjadi signature musikalnya nan selalu menuai apresiasi tinggi di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mencetak sejarah saat membawa Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha tampil dalam konvensi American Choral Directors Association (ACDA) Western Division di Pasadena, California pada 2016, serta mengantar PSM UGM meraih gelar Grand Champion di Malta International Choir Festival 2017.

Prestasi tersebut bersambung pada 2018 dengan raihan Gold Diploma untuk Paduan Suara Perbanas Jakarta di Florence, Italia, dan gelar juara bagi Blue Singers Manado di Jerman.

Warisan monumental terakhir nan dia corak adalah Svara Deva Male Choir (SDMC), sebuah paduan bunyi unik laki-laki nan didirikan sejak 2014.

Kelompok ini sukses mencuri perhatian publik setelah keluar sebagai Grand Prix Winner dalam International Bandung Choral Festival (IBCF) 2025 lewat aransemen lagu "Zikr" karya A.R. Rahman, serta baru saja menyelesaikan konser tahunan ketiga berjudul "CYCLE" pada Mei 2026 di Graha Swara, Universitas Tarumanagara.

Duka melepas Agustinus Bambang Jusana

Avip Priatna menyampaikan rasa kehilangan nan besar atas kepergian figur nan telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan musik vokal tanah air tersebut.

"Kami mengenang Agustinus Bambang Jusana sebagai sosok nan telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan paduan bunyi Indonesia," kata Avip dalam keterangan resmi nan diterima, Rabu (17/6).

"Dedikasi, visi, dan pengabdiannya telah membentuk serta menginspirasi banyak generasi. Warisan beliau bakal terus selalu bergaung dan sepantasnya Indonesia berterima kasih atas pengabdian dan dedikasinya," tuturnya.

Ungkapan duka juga mengalir dari soprano sekaligus konduktor PSM UI Paragita, Aning Katamsi, nan melayat ke Rumah Duka Carolus pada Rabu (17/6) pagi.

"Bambang nan saya kenal adalah pribadi nan baik dan menyenangkan. Suka berbual dengan bunyi khasnya nan ngebass dan nyunda."

"Di kembali itu tersimpan kecintaan dan dedikasi nan tinggi pada bumi paduan suara. Semua tentang Bambang adalah tentang musik Paduan Suara nan dia cintai," tutur Aning.

Penyanyi opera dan Direktur Bina Musika Jakarta, Julius Firdaus, turut memberikan kesaksian mengenai kecemerlangan almarhum sebagai seorang pengajar nan selalu membagikan kehangatan.

"Kak Bambang Jusana adalah seorang musisi dan pendidik nan luar biasa. Beliau sosok nan hangat dan selalu memberi semangat kepada banyak orang. Terima kasih Kak Bambang, untuk semua inspirasi nan telah diberikan," ujar Julius.

Jadwal kremasi

Berdasarkan agenda resmi dari pihak keluarga, rangkaian penghormatan terakhir bagi mendiang dipusatkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta. Misa Requiem dan upacara tutup peti dilaksanakan pada Rabu (17/6) pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, misa pelepasan diselenggarakan pada Kamis (18/6) pukul 08.00 WIB, sebelum jenazah almarhum diberangkatkan untuk menjalani prosesi kremasi pada pukul 09.00 WIB di Krematorium Rumah Duka Carolus.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-hiburan