CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 06:30 WIB
Deva Mahenra mengaku mau salim chef sebagai penghormatan kepada mereka setelah tahu situasi di dapur. (Courtesy of Netflix/yu yu winnetou)
Jakarta, CNN Indonesia --
Deva Mahenra mengaku mendapatkan perspektif baru terhadap pekerjaan ahli masak setelah mendalami perannya dalam serial terbaru Netflix, Luka, Makan, Cinta.
Pemeran karakter Denis ini menilai pengalaman syuting membuatnya semakin meletakkan hormat pada kerja keras tim dapur. Rasa kagum itu apalagi membuatnya merasa perlu memberikan gestur hormat nan tidak biasa kepada para koki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jauh sebelum syuting Luka, Makan, Cinta, saya memang orang nan sangat respect terhadap segala jenis profesi, terutama chef," ungkap Deva Mahenra saat bertemu media di area Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
"Tapi setelah syuting ini, rasa respect itu bertambah. Saya jadi mau salim sama chef."
Keinginan Deva untuk mencium tangan para jurumasak tersebut muncul setelah dia memandang langsung realitas situasi di kembali meja makan restoran.
Menurutnya, menyajikan hidangan dengan penampilan sempurna di tengah tekanan tinggi bukanlah perkara mudah.
"Setelah syuting ini jadi mengerti bahwa makanan nan kita terima di meja itu hasil kerja keras di hot kitchen nan memang beneran panas oleh kru-kru dapur dan juga tim chef nan luar biasa," ujar suami Mikha Tambayong tersebut.
"Jujur tidak mudah ya untuk tetap konsentrasi dalam situasi nan sangat ribut dan panas. Tapi kita selama ini jika terima makanan di restoran selalu dengan penampilan nan terbaik."
"Nah, untuk menghasilkan itu dalam waktu nan penuh pressure itu enggak gampang, jadi kudos untuk tim dapur," lanjutnya.
Ia menjelaskan atmosfer di area dapur sangat kontras dengan ketenangan nan dirasakan pelanggan. Situasi bising, suhu udara nan tinggi, serta tuntutan untuk tetap presisi jadi tantangan utama nan dia rasakan saat berakting di depan kompor.
Sebelum memulai produksi, Deva sempat melakukan riset mini dengan berbincang berbareng rekan-rekannya nan berprofesi sebagai koki.
Namun, terjun langsung ke set nan menyerupai dapur original memberinya tekanan berbeda, terutama lantaran setiap gerakannya diawasi langsung oleh jurumasak profesional.
Saking fokusnya menjaga teknik memasak agar terlihat autentik, Deva apalagi mengaku jarang makan selama berada di letak syuting.
"Justru sebenarnya kami selama syuting itu jarang makan lantaran hanya icip-icip doang. Karena kami kudu konsentrasi terhadap teknik itu tadi," ungkapnya.
"Ketika syuting kan kudu adjust dengan set syuting nan sebenarnya gitu. Jadi memang lumayan pressure lah dan lagi diawasi sama chef-chef profesional."
Disutradarai Teddy Soeriaatmadja, serial ini mengisahkan Luka (Mawar Eva de Jongh), seorang jurumasak ambisius nan bekerja di restoran keluarganya. Konflik memuncak saat sang ibu, Sari (Sha Ine Febriyanti), mempekerjakan kepala jurumasak baru berjulukan Denis (Deva Mahenra).
Selain menyuguhkan dinamika love-hate relationship dan persaingan dapur nan sengit, serial ini juga memanjakan mata dengan visual hidangan unik Indonesia nan dikemas artistik dengan latar keelokan Pulau Bali.
Luka, Makan, Cinta tayang 15 April di Netflix.
(gis/chri)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·