Departemen Kehakiman As Beri Lampu Hijau Merger Paramount-warner Bros

Sedang Trending 4 hari yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 15 Jun 2026 04:00 WIB

Paramount / Warner Bros. Discovery Proses akuisisi Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$111 miliar telah dinyatakan bebas dari kesempatan monopoli oleh Departemen Kehakiman AS. (MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Jakarta, CNN Indonesia --

Proses akuisisi Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$111 miliar telah dinyatakan bebas dari kesempatan monopoli oleh Departemen Kehakiman AS.

Meski sudah melewati salah satu tantangan norma besar, kesepakatan tersebut tetap belum final dan dapat menghadapi tantangan norma lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Variety pada Jumat (12/6) menyebut Divisi Antitrust alias Antimonopoli Departemen Kehakiman AS sudah menyetujui akuisisi tersebut tanpa mensyaratkan "pelepasan aset, perbaikan perilaku, alias konsesi apa pun."

"Divisi telah menyelesaikan analisisnya terhadap usulan merger Paramount dan Warner Bros. dan menentukan berasas bukti nan diterima dalam penyelidikannya, bahwa transaksi tersebut kemungkinan tidak bakal mengakibatkan kerugian bagi persaingan alias konsumen Amerika," kata pernyataan lembaga itu dalam pernyataannya.

Hasil penyelidikan tersebut termasuk mengenai dengan video streaming on demand, TV linear, dan pengembangan studio, produksi, alias pengedaran movie untuk rilis teater.

"Kami berterima kasih atas tinjauan menyeluruh Departemen Kehakiman terhadap transaksi ini, serta kerja sama lembaga-lembaga lain nan telah menyelesaikan tinjauan mereka dan memberikan persetujuan hingga saat ini," tulis pernyataan Paramount Skydance soal keputusan itu.

"Kesepakatan ini pro-kompetitif, menghasilkan perusahaan nan lebih kuat dan lebih siap untuk bersaing melawan platform teknologi dominan di industri nan semakin ditandai oleh persaingan ketat untuk mendapatkan audiens, talenta, teknologi, dan investasi."

"Kami tetap konsentrasi untuk menyelesaikan transaksi sesegera mungkin dan memberikan manfaatnya kepada konsumen, kreator, dan industri intermezo secara keseluruhan," lanjutnya.

Variety menyebut sekarang Paramount tetap kudu menghadapi halangan potensial lainnya untuk menyelesaikan kesepakatan pembelian WBD.

Beberapa di antara halangan itu datang dari Jaksa Agung negara bagian, termasuk Rob Bonta dari California, nan menyatakan mereka berkesempatan melanjutkan litigasi untuk memblokir merger Paramount-WBD dengan argumen antimonopoli.

Selain itu, kesepakatan WBD nan diusulkan Paramount juga sedang menjalani peninjauan peraturan di Eropa dan Inggris.

Sebelumnya sebagian pihak industri Hollywood bersikap keras atas keputusan nan mempertemukan aset Paramount seperti CBS, CBS News, Paramount Pictures dan Paramount+ dengan HBO dan HBO Max milik WBD, Warner Bros. Pictures, CNN, TNT, TBS, HGTV dan lainnya.

Para pelaksana Paramount mengatakan mereka memperkirakan bakal mencapai penghematan biaya lebih dari US$6 miliar melalui penggabungan tersebut, nan mengindikasikan PHK besar-besaran bakal terjadi.

Hingga saat ini, lebih dari 5.500 kreator film, aktor, dan ahli Hollywood lainnya telah menandatangani surat terbuka nan menentang kesepakatan tersebut.

Mereka berdasar kesepakatan merger itu bakal menghilangkan pekerjaan, meningkatkan nilai untuk konsumen, dan mengurangi persaingan nan berujung merugikan konsumer serta kreator.

Serikat Pekerja Teamsters juga mendesak Departemen Kehakiman memblokir kesepakatan itu selain Paramount setuju memberikan "perlindungan nan substansial dan dapat ditegakkan" mengenai pemutusan hubungan kerja dan berkomitmen mendukung peningkatan produksi di AS.

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-hiburan