Jakarta, CNN Indonesia --
Demonstrasi besar-besaran dari sayap kanan berjudul 'Unite the Kingdom' di London, Inggris menjadi perhatian usai muncul provokasi peserta membuka cadar di depan umum pekan lalu.
Dalam demo itu, tampak tiga orang naik ke panggung. Mereka mulanya mengenakan niqab dan busana serba hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga wanita itu lantas menunjukkan gesture untuk memprovokasi kerumunan. Salah satu wanita lampau mendekati mikrofon.
"Lepaskan!" kata salah satu wanita itu, dikutip Middle East Eye, Sabtu (16/5).
Satu per satu, para wanita merobek cadar mereka lampau melemparkan ke tanah. Wajah-wajah pucat pun muncul. Rambut dikibaskan. Kerumunan seketika menjadi riuh.
Mereka lampau melepas abaya satu per satu. Para wanita kemudian berdiri dengan penuh kemenangan mengenakan busana mini ketat, sementara bendera Union Jack berkibar di atas kepala dan sorak sorai menggema di sekitar mereka.
"Kami datang dari Prancis untuk mendukung Anda," kata salah satu wanita nan tampak mengenakan salib emas mini di lehernya.
Mereka merupakan golongan dari Nemesis Collective, aktivitas nan menganggap imigran Muslim menimbulkan ancaman seksual bagi wanita kulit putih.
Demonstrasi Unite the Kingdom sangat menggemakan gagasan-gagasan unik sayap kanan seperti Make England Great Again (Mega) hingga Britain First.
Demo besar-besaran ini dikawal Kepolisian Metropolitan London. Mereka juga meluncurkan operasi pengamanan "signifikan" di tengah kekhawatiran pawai Unite the Kingdom bisa berantem dengan demonstrasi pro-Palestina di tempat lain di kota itu.
Kepolisian Metropolitan kemudian menyatakan telah melakukan 11 penangkapan atas beragam pelanggaran.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
12 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·