Foto: Camat Paju Epat, Fredi Takasiang.
Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Camat Paju Epat, Fredi Takasiang, meminta para kepala desa menerapkan skala prioritas untuk menyikapi kebijakan efesiensi anggaran nan berakibat pada menurunnya alokasi biaya desa.
“Sesuai petunjuk kementerian nan diprioritaskan, Ketahanan Pangan, Stunting, Koperasi Merah Putih, itu wajib dianggarkan sisanya untuk pembangunan desa,” kata Fredi Takasiang, Selasa (12/5/2026).
Dirinya juga mendorong agar program-program nan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Ya rata-rata desa ini kan jika dd murni itu satu alias dua aktivitas pembangunan, jika pemberdayaan itu prioritas terbantu oleh Silpa tahun kemaren,” katanya.
Meski demikian, Camat Paju Epat, Fredi Takasiang, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mematikan semangat desa untuk membangun.
“Untuk tahun ini tidak semua pembangunan desa di bangun akibat pemotongan anggaran biaya desa. Mudah-mudahan tahun depan itu tetap banyak kebutuhan pembangunan desa nan diperlukan,” jelasnya.
Namun dia meminta efesiensi anggaran tidak mematikan semangat pembangunan desa. Justru dalam kondisi keterbatasan, kades perlu memperkuat perencanaan nan tepat sasaran.
“Mudahan anggaran desa kembali ke awal semula, agar pembangunan desa bisa terlaksana sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan keadaan sekarang pembangunan tetap dijalankan,” kata Camat.
Ia menilai, seluruh desa di wilayah kerjanya sudah memahami kondisi keterbatasan anggaran saat ini dan bisa menyesuaikan program kerja nan lebih prioritas.
“Skala prioritas sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti kebutuhan air bersih. Sebab, seluruh desa kami minta kudu mempunyai sumur air bersih dengan tandonnya,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kecamatan Paju Epat itu pun memberikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan sumur di 9 desa. (ags)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·