Daging Kurban Ternyata Tak Cocok Langsung Disate, Ini Alasannya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 15:40 WIB

Daging kurban tidak merekomendasikan diolah menjadi sate. Daging kurban tidak merekomendasikan diolah menjadi sate. (iStockphoto/Yamtono_Sardi)

Jakarta, CNN Indonesia --

Olahan sate banyak menjadi pilihan dalam mengolah daging kurban. Namun, chef rupanya tak merekomendasikan daging kurban menjadi olahan sate.

Daging kurban, baik sapi maupun kambing, bisa diolah menjadi beragam jenis hidangan, seperti gulai maupun tongseng.

Namun, olahan sate menjadi salah satu nan terbilang pilihan praktis. Sebab, daging kurban cukup dipotong kecil-kecil, disusun di tusukan, diberi bumbu, lampau dibakar sampai matang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, chef Stefu Santoso, nan andal mengolah daging mengungkap bahwa mengolah daging kurban menjadi sate, bukanlah perihal nan disarankan.

"Daging kurban sebenarnya tidak boleh langsung dimasak setelah dibagikan. Karena daging nan baru dipotong alias secara logika dikatakan tetap terlalu segar, dia bakal mempunyai tingkat kekenyalan nan sangat tinggi," tutur Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group ini seperti dikutip dari detik.

Chef Stefu menambahkan jika daging kurban langsung dibuat sate, maka hasilnya pasti bakal alot.

"Jadi kesalahan utamanya adalah daging kurban tidak bisa dipakai untuk langsung teknik bakar," ujarnya.

Chef Stefu menyebut justru tak masalah jika daging kurban diolah menjadi gulai. Sebab, ada proses memasak nan membikin daging menjadi lebih lembut.

"Karena proses wet cooking itu bakal membikin daging menjadi lebih lembut. Serat-serat nan ada di dalam daging bakal dihancurkan melalui proses masak nan cukup lama," ucap dia.

Diketahui, proses perebusan daging, seperti ketika membikin gulai, tongseng, maupun semur, bakal memungkinkan serat-serat daging hancur. Efeknya, daging menjadi lembek dan lembut.

Sementara untuk sapi nan merupakan hewan lebih besar dari kambing, dagingnya butuh waktu pelayuan nan lebih lama lagi.

"Kalau daging kurban itu langsung dijadikan sate, sudah pasti alot. Jenis daging ini butuh waktu alias proses nan namanya pelayuan. Kalau pada kambing, jangka waktunya 18 hari sebenarnya baru bisa dikonsumsi," kata chef Stefu.

Lengkapnya baca di sini.

(dis/har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle