Jakarta -
Kolesterol tinggi seringkali tidak menimbulkan indikasi nan jelas, tapi jika dibiarkan bisa meningkatkan akibat beragam penyakit serius. Selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, mengonsumsi minuman sehat juga bisa membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
Salah satunya adalah saribuah buah. Berbagai saribuah mengandung nutrisi nan berpotensi menurunkan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein).
6 Jus nan Berpotensi Membantu Turunkan Kolesterol Jahat
Berikut beberapa saribuah nan bisa membantu menurunkan kolesterol jahat:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jus Delima
Jus delima dikenal dengan warna merahnya nan pekat. Dikutip dari laman Eating Well, menurut mahir gizi Karman Meyer, RDN dalam sebuah tinjauan ilmiah, mengonsumsi buah delima dikaitkan dengan penurunan trigleserida (sejenis lemak dalam darah) dan kadar Low-Density Lipoprotein alias LDL (kolesterol jahat), sekaligus meningkatkan kadar High-Density Lipoprotein alias HDL (kolesterol baik).
"Jus delima kaya bakal polifenol, antioksidan kuat nan membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, nan merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak," kata Karman.
Selain itu, pada pengidap hipertensi, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi buah delima bisa membantu menurunkan tekanan darah. Meski demikian, Karman menekankan, saribuah delima bukanlah pengganti obat, tapi menjadi bagian dari pola makan nan menyehatkan jantung.
2. Jus Tomat
Dikutip dari laman Medical News Today, tomat kaya bakal senyawa likopen nan bisa memperbaiki kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan bahwa pengolahan tomat menjadi saribuah bakal meningkatkan bioavailabilitas kandungan likopennya.
Bioavailabilitas merujuk pada jumlah suatu unsur nan diserap oleh tubuh. Jus tomat juga kaya bakal serat dan niasin nan menurunkan kolesterol.
3. Jus Nanas
Enzim nan dikenal sebagai bromelain dan antioksidan lainnya nan ditemukan dalam nanas mendukung kadar kolesterol nan sehat. Dikutip dari laman Very Well Health, perihal itu dilakukan dengan memecah endapan kolesterol nan berkontribusi pada pembentukan plak di arteri.
Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa mengonsumsi nanas setiap hari memperbaiki profil lipid (lemak) kadar kolesterol. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan.
4. Jus Blueberry
Buah beri, khususnya blueberry mengandung antioksidan kuat dan sejenis serat larut berjulukan pektin nan bisa membantu mengurangi kolesterol LDL.
Penelitian mengindentifikasi antosianin dan polifenol sebagai antioksidan nan terbukti bisa memperbaiki kadar kolesterol dan profil lipid. Pada gilirannya perihal ini bisa membantu mencegah dan mengelola penyakit jantung.
5. Jus Cranberry
Cranberry mengandung antioksidan nan bisa membantu meningkatkan HDL dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol LDL. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi 2-3 porsi saribuah cranberry setiap hari bisa secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Tapi, diperlukan lebih banyak bukti pada manusia untuk mengonfirmasi temuan ini.
6. Jus Bit
Buah bit memilik pigmen berjulukan betanin, nan memberi warna ungu kemerahan pekat pada buah ini. Menurut penelitian, betanin beserta flavonoid antioksidan nan ditemukan dalam buah bit bisa membantu menurunkan kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol HDL.
Dikutip dari National Health Service UK, secara umum disarankan untuk membatasi asupan saribuah 150 ml dalam sehari. Selain itu, untuk memaksimalkan faedah saribuah untuk kesehatan, simak beberapa tips berikut:
- Pilih saribuah buah 100 persen tanpa tambahan gula alias pertimbangkan untuk membikin sendiri di rumah
- Minum saribuah sebagai pelengkap diet seimbang bukan untuk menggantikan asupan buah dan sayuran utuh
- Barengi konsumsi saribuah dengan makanan alias camilan seimbang nan mencakup protein, serat, dan lemak sehat jika memungkinkan.
Pemicu Kolesterol Tinggi
Masalah kolesterol tinggi bisa dialami oleh siapa saja, apalagi orang dengan usia muda. Padahal, kolesterol nan tidak dikontrol dengan baik bisa memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan akibat masalah kesehatan, seperti penyakit jantung hingga stroke.
Menurut master ahli penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, pergeseran style hidup nan lebih modern menjadi salah satu aspek orang mengalami masalah kolesterol tinggi.
"Pemicu kolesterol tinggi itu banyak ya. Bisa lantaran genetik alias keturunan, kegemukan, pola makan nan tidak baik, hingga kurang olahraga," kata dr Aru ketika dihubungi oleh detikcom beberapa waktu lalu.
Berbagai jenis makanan, seperti junk food, jeroan, dan daging merah menjadi beberapa pemicu meningkatnya kolesterol. Jadi, jika mau mengonsumsinya, perhatikan porsinya. Terkadang anak muda juga mengonsumsi makanan-makanan ini tanpa memperhatikan porsi dan tidak diimbangi dengan olahraga nan baik.
"Itu biasanya dikonsumsi oleh anak muda apalagi nan kerja di kantoran dengan waktu kerja nan ketat," sambungnya.
(elk/dpy)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·