Cia Sebut Iran Bisa Bertahan Perang 4 Bulan, Selat Hormuz Memanas Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Intelijen CIA mengungkap Iran masih bisa memperkuat bertempur dengan Amerika Serikat (AS)-Israel selama empat bulan ke depan.

Hal ini terungkap di tengah upaya mengakhiri perang kembali menemui jalan buntu dan bentrok pecah lagi di area Teluk dan Selat Hormuz.

Mengutip StraitsTimes, Sabtu (9/5), seorang pejabat AS nan mengetahui laporan tersebut mengatakan tekanan ekonomi dari blokade pelabuhan Iran belum bakal melumpuhkan Teheran dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini dinilai menunjukkan daya tekan Washington terhadap Iran tetap terbatas meski perang telah berjalan berbulan-bulan.

"Penilaian CIA menunjukkan Iran tidak bakal mengalami tekanan ekonomi parah akibat blokade AS terhadap pelabuhan Iran selama sekitar empat bulan lagi," kata pejabat tersebut.

Namun, pejabat intelijen senior AS membantah laporan bahwa blokade tidak efektif. Ia menegaskan blokade saat ini telah memberikan akibat ekonomi besar terhadap Iran.

"Blokade itu menimbulkan kerusakan nyata nan terus bertambah, memutus perdagangan, menghancurkan pendapatan, dan mempercepat keruntuhan ekonomi sistemik," ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, bentrok di sekitar Selat Hormuz menjadi nan terbesar sejak gencatan senjata diumumkan sebulan lalu. Uni Emirat Arab juga kembali menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran pada 8 Mei.

Washington sekarang tetap menunggu respons Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang secara umum sebelum melanjutkan pembicaraan soal rumor nan lebih sensitif, termasuk program nuklir Teheran.

"Kami berambisi mengetahui sesuatu hari ini. Kami sedang menunggu respons mereka," ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan di Roma.

Sementara itu, ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran tetap mempertimbangkan proposal tersebut. Hingga sore waktu Washington, Iran disebut belum memberikan jawaban resmi.

Di lapangan, bentrok sporadis antara pasukan Iran dan kapal militer AS kembali terjadi di Selat Hormuz. Kantor buletin semi-resmi Iran, Fars, melaporkan situasi sempat memanas sebelum akhirnya mereda beberapa jam kemudian.

Militer AS mengaku menyerang dua kapal nan mengenai Iran ketika mencoba memasuki pelabuhan Iran. Serangan jet tempur AS disebut menghantam cerobong kapal hingga memaksa keduanya berbalik arah.

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional