Jakarta, CNN Indonesia --
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menceritakan pengalaman berjibaku dengan cedera kambuhan. Ia tengah berupaya kembali ke top performa.
Karier Ginting merosot akibat cedera panjang. Tercatat masalah pada pinggang, kram otot, lutut, dan bahu kanan menghalanginya untuk tampil maksimal. Teranyar adalah kambuhnya cedera pinggang bagian bawah di Indonesia Masters 2026.
Situasi itu membikin peringkatnya sekarang berada di urutan ke-46. Padahal pada 2023, atlet asal Cimahi itu sempat jadi nomor dua di dunia. Sadar prestasinya sedang menurun, tapi Ginting siap untuk kembali lebih kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara bentuk sudah aman. Sudah tidak ada nan sakit. Terakhir masalah pinggang di Indonesia Masters juga sudah tidak terasa sama sekali," kata Ginting di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (26/5).
Meski sudah tak merasakan sakit, peraih lencana perunggu Olimpiade 2020 Tokyo itu mau senantiasa menjaga bentuk agar persoalan tak kembali. Latihan intensif jadi aspek utama Ginting untuk kembali moncer.
"Memang kudu dijaga dan ditingkatkan. Karena saya selalu ikut program latihan dan ada program unik untuk mengurangi cedera," ucapnya.
Seiring perbaikan kondisi fisik, Ginting konsentrasi pada turnamen BWF Super 300 dan Super 500 untuk memperbaiki prestasi dan ranking. Sedangkan kejuaraan Super 1000 seperti Indonesia Open 2026 diproyeksikan tak bakal diikuti Ginting.
Selain itu, Ginting mau mencapai 20 besar untuk sasaran jangka pendek peringkat. Dari penyesuaian turnamen itulah, atlet 29 tahun itu mau bangkit.
"Ya, jika sasaran sih pastinya pengen kembali lagi lah ya, jika dari segi ranking jika kita telaah itu. Mungkin saya mau targetin semaksimal mungkin dimasuk 20 dulu di tahun ini sampai beres," ucap Ginting.
(ikw/ikw/rhr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·