Cekcok Di Telepon, Netanyahu Ngotot Bujuk Trump Perangi Terus Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan frustrasi terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menghadapi Iran.

Dalam percakapan telepon panjang pada Selasa (19/5), Netanyahu bersikeras mau Trump melanjutkan perang di Iran, sedangkan Trump lebih memilih jalur diplomatik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan pendapat itu dilaporkan seorang pejabat AS kepada CNN.

Ini bukan percakapan pertama kedua pemimpin dalam beberapa hari terakhir. Trump dan Netanyahu sempat berbincang pada Minggu (17/5) dan sepakat untuk meluncurkan serangan baru ke Iran dalam operasi berjulukan Sledgehammer.

Namun, sekitar 24 jam setelah percakapan tersebut, Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan rencana serangan nan mestinya dilakukan pada Selasa (19/5). Keputusan itu diambil atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Dalam beberapa hari sejak itu, negara-negara Teluk berkontak erat dengan mediator Gedung Putih dan Pakistan untuk menyusun kerangka kerja nan dapat memajukan pembicaraan diplomatik, demikian menurut seorang pejabat AS dan seseorang nan mengetahui situasi tersebut.

"Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita lihat saja apa nan bakal terjadi," kata Trump kepada wartawan pada Rabu (20/5) pagi.

"Kita bakal mencapai kesepakatan alias kita bakal melakukan beberapa perihal nan agak buruk. Tapi mudah-mudahan itu tidak bakal terjadi," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Menurut sumber AS dan Israel, negosiasi ini telah membikin frustrasi Netanyahu, nan sejak lama mau pendekatan lebih garang terhadap Iran. Netanyahu beranggapan penundaan serangan hanya bakal menguntungkan Iran.

Seorang pejabat AS menyebut Netanyahu telah menyampaikan kekecewaan ini dengan mengatakan kepada Trump bahwa dia percaya menunda serangan adalah sebuah kesalahan.

Perbincangan telepon antara Netanyahu dan Trump pun berjalan tegang dan panjang selama kurang lebih satu jam. Netanyahu tetap teguh mau AS menyerang Iran lagi. Tapi Trump kukuh mau menunggu hasil diplomasi nan mencapai kesepakatan.

Keinginan bakal serangan baru ke Iran sendiri bukan hanya diutarakan Netanyahu, tetapi juga oleh jejeran atas pemerintahan Israel. Sama seperti Netanyahu, para pemimpin merasa frustrasi dengan pejabat AS nan mau memandang kesepakatan tercapai.

Rasa frustrasi semacam ini bukan lagi perihal baru di antara AS dan Israel. Di masa lalu, para pejabat AS mengakui ada perbedaan tujuan antara AS dan Israel mengenai perang.

Saat ditanya mengenai percakapannya dengan Netanyahu, Trump mengisyaratkan bahwa dirinyalah nan memegang kendali.

"Dia bakal melakukan apa pun nan saya inginkan," kata Trump pada Rabu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sementara itu menyatakan Teheran dan Washington terus berganti pesan melalui Pakistan. Namun, tetap belum jelas apakah kesenjangan kedua negara telah diperkecil.

Iran belum mundur dari tuntutan intinya, serta isu-isu seputar program nuklir dan aset nan dibekukan belum kunjung selesai sampai sekarang.

Trump di sisi lain berulang kali mengindikasikan bahwa tindakan militer tetap menjadi pilihan.

"Jika kita tidak mendapat jawaban nan tepat, semuanya bakal melangkah sangat cepat. Kita semua sudah siap," katanya.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional