PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menggagas penerapan permainan catur dalam lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk pola pikir strategis generasi muda.
Gagasan tersebut disampaikannya setelah resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) periode 2026-2030.
Ia menuturkan, langkah awal bakal difokuskan pada jenjang sekolah menengah atas (SLTA), mengingat kewenangan pendidikan tingkat tersebut berada di pemerintah provinsi.
“Sebagai gubernur, saya bisa mulai dari SLTA. Namun sebagai Ketum PB Percasi, penerapannya secara nasional tentu kudu melalui koordinasi dengan kementerian terkait,” ujar Agustiar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 17 April 2026.
Ia menilai, catur mempunyai nilai edukatif nan kuat lantaran menuntut pemain untuk berpikir taktis dan mempertimbangkan setiap langkah secara matang. Kemampuan tersebut dinilai krusial untuk dibiasakan sejak usia sekolah.
“Permainan ini melatih seseorang berpikir ke depan sebelum mengambil keputusan. Ini krusial agar anak-anak kita terbiasa menyusun strategi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyambut positif rencana tersebut. Ia menyebut, momentum kepemimpinan Agustiar di PB Percasi menjadi kesempatan untuk mendorong pengembangan catur di daerah.
Menurutnya, pihak dinas siap menyiapkan langkah konkret, dimulai dari penguatan aktivitas ekstrakurikuler hingga kemungkinan integrasi dalam kurikulum.
“Kalteng diharapkan bisa menjadi percontohan. Catur bukan hanya olahraga, tetapi juga sarat nilai seperti berpikir kritis dan kehati-hatian dalam bertindak,” ucap Reza.
Ia menambahkan, penerapan awal bakal difokuskan pada aktivitas ekstrakurikuler, sembari mematangkan konsep agar ke depan catur dapat masuk dalam sistem pembelajaran formal.
“Kami siapkan sebagai ekstrakurikuler terlebih dahulu, sekaligus mendukung arah kebijakan gubernur untuk menjadikannya bagian dari pembelajaran,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Agustiar Sabran terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Percasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXX nan berjalan di Jakarta pada 11 April 2026.
Dalam masa kepemimpinannya, salah satu agenda utama adalah memperluas peran catur di bumi pendidikan.
Upaya tersebut bakal ditempuh melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan agar catur dapat diterapkan sebagai aktivitas ekstrakurikuler di beragam jenjang sekolah.
“Catur mengajarkan disiplin, analisis, dan kebiasaan berpikir sebelum bertindak. Nilai-nilai ini nan mau kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini,” tandasnya.
(Sya'ban)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·