Jakarta, CNN Indonesia --
ByteDance, induk TikTok, membantah berita pihaknya berencana memproduksi mobil alias meluncurkan merek otomotif sendiri. Bantahan ini mematahkan spekulasi soal "mobil TikTok" nan ramai dibicarakan belakangan.
Lewat pernyataan resmi nan diunggah di Weibo, Sabtu (6/6), raksasa teknologi China itu menegaskan tidak pernah beriktikad masuk ke upaya manufaktur kendaraan.
"Pernyataan mengenai tidak akurat. ByteDance tidak punya rencana memproduksi mobil ataupun meluncurkan merek mobil," tulis ByteDance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ByteDance juga meluruskan keterkaitannya dengan Saidou Technology, perusahaan nan namanya selama ini diasosiasikan dengan mereka. Perusahaan menegaskan Saidou bukan merek mobil bikinannya maupun bikinan Doubao, jasa kepintaran buatan (AI) miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saidou bukan merek mobil nan diluncurkan ByteDance alias Doubao. ByteDance dan Saidou tidak mempunyai kerja sama kepemilikan saham," lanjut pernyataan itu.
Perusahaan menambahkan keterlibatannya di industri otomotif sebatas pemasok teknologi. Doubao dan anak usahanya nan lain, Volcano Engine, hanya menyediakan jasa seperti model AI dan kokpit pandai untuk membantu mitranya meningkatkan pengalaman hubungan pandai di kendaraan.
Sebelumnya, berita soal "mobil TikTok" mencuat setelah Seres Group, produsen di kembali merek AITO nan bekerja-sama dengan Huawei, mau meluncurkan merek otomotif baru, Saidou Technology, berbareng Volcano Engine. Seres Group dan Volcano Engine sudah menjalin kerja sama sejak Oktober 2025.
Julukan itu makin kencang lantaran nama "Saidou" dibaca publik sebagai campuran dua merek: Sai dari Seres dan dou dari Doubao. Banyak nan lantas menyebutnya langsung sebagai "mobil Doubao".
Tetap Meluncur 9 Juni
Meski ByteDance angkat tangan, merek mobil Saidou tetap dijadwalkan meluncur pada 9 Juni.
Mengutip Car News China, dengan adanya sanggahan ini, mobil Saidou sekarang diperkirakan hanya bakal mengusung keahlian AI dan kokpit pandai dari Volcano Engine dan Doubao, bukan produk buatan ByteDance ataupun mengenai TikTok.
Saidou sendiri merupakan hasil restrukturisasi Chongqing Landian Technology, anak upaya Seres nan berganti nama pada 29 Mei. Proses ini disertai suntikan modal 6,67 miliar yuan alias sekitar Rp17,6 triliun dari sejumlah investor, termasuk lengan investasi strategis CATL.
Restrukturisasi dilakukan saat Seres berupaya menekan kerugian dan membenahi laporan keuangannya. Sebagai merek lama, Landian memang kesulitan bersaing di segmen SUV entry-level.
Mengutip info Car News China, merek itu hanya mengantarkan 472 unit di pasar domestik pada April 2026, dengan pangsa pasar 0,1 persen.
Detail komplit soal merek baru Saidou dijanjikan terungkap pada 9 Juni.
(fea)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·