Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia meneruskan puasa panjang lima tahun beruntun ialah 2022, 2023, 2024, 2025, 2026 dalam turnamen di dalam negeri setelah kandas meraih gelar Indonesia Open 2026.
Indonesia sempat punya angan besar di Indonesia Open 2026 seiring dua wakil nan melaju ke final. Dua wakil tersebut adalah Jonatan Christie dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Namun ternyata, dua angan di partai final tersebut semuanya berujung pada kegagalan. Jonatan dan Raymond/Joaquin tidak bisa menyelesaikan perjuangan dengan gelar juara di tangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonatan kalah dari Victor Lai dua gim langsung dengan skor 19-21, 8-21. Jonatan sempat berkompetisi sengit di gim pertama, tetapi kemudian kalah telak pada gim kedua.
Sedangkan Raymond/Joaquin juga sempat menebar harapan. Mereka menang meyakinkan 21-13 pada gim pertama. Pada gim kedua, Raymond/Joaquin juga bisa unggul 14-8.
Namun situasi di atas angin itu tidak bisa dijaga Raymond/Joaquin dengan baik. Goh Sze Fei/Nur Izzuddin bisa membalikkan keadaan dan memenangkan gim kedua dengan skor 21-18.
Sedangkan pada gim penentuan, Goh/Nur betul-betul menguasai keadaan. Raymond/Joaquin tidak bisa menampilkan performa terbaiknya, sehingga kalah dengan skor 21-10.
Kegagalan meraih gelar di tahun ini menambah panjang catatan jelek di Indonesia Open. Dengan sunyi gelar di tahun ini, otomatis Indonesia sudah lima tahun tidak juara Indonesia Open.
Pemain Indonesia terakhir nan bisa menjuarai turnamen level 1000 BWF ini adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus merebut gelar juara Indonesia Open di 2021.
(ptr/abs/rhr)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·