Jakarta -
Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa Tembok Besar China dan Piramida Mesir bisa terlihat jelas dari luar angkasa dengan mata telanjang. Namun, kajian dari NASA justru membantah dugaan terkenal tersebut.
Mengutip laporan Click Petroléo e Gas, para intelektual menegaskan bahwa klaim tersebut hanyalah mitos nan telah lama beredar, apalagi sejak sebelum manusia sukses pergi ke luar angkasa.
Faktanya, dari jarak luar angkasa, objek buatan manusia seperti Tembok China sangat susah terlihat tanpa support perangkat khusus. Struktur tersebut terlalu sempit dan warnanya menyatu dengan lingkungan sekitarnya. NASA sendiri menjelaskan kondisi tersebut secara tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tembok itu tidak terlihat dari Bulan, dan susah alias nyaris mustahil dilihat dari orbit tanpa lensa," menurut keterangan NASA.
Hal ini juga diperkuat oleh pengalaman para astronaut. Banyak dari mereka mengaku tidak bisa memandang Tembok China saat berada di orbit Bumi.
Salah satu astronaut NASA apalagi menyatakan bahwa kontras warna menjadi aspek utama. "Saya tidak pernah memandang tembok itu dari luar angkasa," ujar Jeffrey Hoffman, astronaut NASA.
Lalu gimana dengan piramida di Mesir? Secara teori, struktur besar seperti piramida memang bisa terlihat, tetapi hanya sebagai titik mini dan sangat berjuntai pada kondisi pencahayaan serta cuaca.
Astronaut Leroy Chiao menjelaskan bahwa objek seperti piramida hanya bisa dikenali dalam kondisi tertentu. "Saya bisa memandang dua piramida besar sebagai titik kecil," ujarnya.
Para intelektual menjelaskan bahwa keterbatasan ini berangkaian dengan keahlian mata manusia. Dari ketinggian ratusan kilometer, objek kudu mempunyai ukuran sangat besar dan kontras tinggi agar bisa terlihat jelas.
Sebaliknya, kota-kota besar, jalan raya, hingga lampu kota di malam hari justru lebih mudah terlihat dari luar angkasa lantaran mempunyai pola dan sinar nan kontras.
Mitos tentang Tembok China sendiri sudah ada sejak abad ke-18 dan semakin terkenal pada abad ke-20, jauh sebelum era eksplorasi luar angkasa dimulai. Namun setelah manusia betul-betul pergi ke orbit dan Bulan, klaim tersebut akhirnya terbukti tidak akurat.
Hamparan rumah kaca raksasa di Almería, Spanyol. Foto: CPG
Objek nan Terlihat
Menariknya, ada objek buatan manusia nan justru terlihat jelas dari luar angkasa. Bukan gedung bersejarah, melainkan hamparan rumah kaca raksasa di Almería, Spanyol. Wilayah ini dikenal sebagai 'lautan plastik' lantaran dipenuhi ribuan hektare rumah kaca berlapis plastik putih nan memantulkan sinar Matahari dengan sangat kuat.
Dari ketinggian ratusan kilometer, pantulan ini membikin area tersebut tampak mencolok dibanding lingkungan sekitarnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa visibilitas dari luar angkasa bukan hanya soal ukuran, tetapi juga kontras warna dan reflektivitas.
Hamparan rumah kaca raksasa di Almería terlihat dari luar angkasa. Foto: CPG
Permukaan putih terang seperti plastik jauh lebih mudah terlihat dibanding batu alias tanah nan warnanya condong menyatu dengan alam. Jadi, tidak semua struktur besar di Bumi bisa terlihat dari luar angkasa dengan mudah.
(rns/rns)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·