Bukan Milenial Atau Gen Z, Tapi Zillennial, Generasi Apa Itu?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 19 Jun 2026 17:15 WIB

Generasi zillennial. Ilustrasi. Generasi zillennial berada di fase transisi antara milenial dan gen Z. (iStock/filadendron)

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdebatan soal generasi belakangan seringkali hanya berpusat antara generasi millennial dan gen Z. Padahal, di antara kedua generasi itu, terselip generasi lain nan tak kalah unik nan menandai masa-masa transisi.

Ia adalah zillennial. Generasi di antara millennial dan gen Z, nan menjadi fase transisi antara keduanya. Dibilang millennial juga tidak, tapi disebut gen Z juga kurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan Pew Research Center, istilah millennial merujuk pada siapa pun yang lahir di antara tahun 1981-1996. Sementara gen Z adalah mereka nan lahir dari tahun 1997 hingga 2012. Zillennial berada di sepanjang pemisah samar antara dua generasi.

Ahli sosiologi Boston University, Profesor Deborah Carr mengatakan, zillennial merujuk pada golongan mini nan lahir antara awal tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

"Mereka berada di perbatasan antara generasi Z dan millennial, sehingga muncul label gabungan, zillennial," ujar dia, mengutip CNN.

Jika disimpulkan, zillennial kiranya adalah mereka nan lahir antara tahun 1992-2002. Saat ini, mereka umumnya berada di usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an. Namun, tak ada satu titik pemisah konsisten tahun kelahiran nan disepakati para ahli.

Mereka, sebut Carr, menghadapi banyak kesulitan dalam kehidupan nan relatif singkat. Salah satunya adalah momen mengawali kuliah secara daring lantaran pandemi Covid-19.

Perbedaan langkah generasi tumbuh berbareng dan penggunaan teknologi merupakan pembeda kuat dalam mendefinisikan generasi. Zillenial berada di antara millennial nan dianggap sebagai 'pelopor' digital dan gen Z nan tak pernah merasakan kehidupan sebelum layar ada di mana-mana.

"Kami tumbuh besar dengan teknologi, tapi kami bukan penari TikTok seperti generasi Z, tapi juga bukan pengguna MySpace seperti millennial," ujar Sabrina Grimaldi. Ia meluncurkan Zillennial Zine, situs web untuk generasi mikro ini pada 2021 lalu.

Artikel-artikel terkenal nan ada di situs web-nya umumnya bicara soal Harry Styles, Taylor Swift, gim Nintendo Switch, dan resep-resep masakan.

"Kami seperti berada di posisi tengah nan aneh, nan tidak pernah dibicarakan siapa pun. Kami juga tetap muda dan sedang mencari jati diri serta menemukan bumi sebagai orang dewasa," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Peneliti generasi dari Center for Generational Kinetics Jason Dorsey mengaku sering menemukan bahwa zillennial kerap menjauhi buletin negatif tentang millennial. Mereka tak mau menirunya.

"Seperti cerita clickbait tentang bertindak manja sebagai orang dewasa alias mempunyai ekspektasi nan terlalu tinggi," ujar Dorsey.

Tapi di saat nan sama, mereka juga menghindari tren-tren remaja nan dirasa terlalu kekanak-kanakan seperti nan sering dilakukan gen Z.

Di tengah tidak rukunnya generasi millennial dan gen Z, menurut Dorsey, Zillennial justru menempati area tengah nan mempunyai keuntungan.

"Kami memandang generasi transisi seperti zillennial seringkali mempunyai untung lantaran condong membikin mereka lebih menyadari generasi sebelum dan sesudah generasi mereka sendiri," ujarnya.

Kendati demikian, penentuan generasi sebagian besar hanya stereotip nan tidak bisa dijadikan patokan pasti. Pembentukan karakter seseorang tak semata-mata dipengaruhi aspek teknologi, tapi banyak perihal di sekeliling nan turut berkontribusi.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle