Jakarta -
Sebagai Administrator NASA, Jared Isaacman tentu mengetahui banyak info rahasia tentang potensi kehidupan di luar angkasa. Belum lama ini dia buka-bukaan soal peran NASA dalam memecahkan misteri tersebut.
"Tugas kami di sini adalah mencoba mengungkap rahasia alam semesta. Dan salah satu pertanyaannya adalah, apakah kita sendirian?" ujar Isaacman dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip dari Gizmodo.
"Jadi, menurut saya perihal itu melekat dalam setiap upaya ilmiah kita, upaya eksplorasi kita, apalagi membangun pangkalan bulan di kutub selatan Bulan," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petinggi NASA sebelumnya sudah buka-bukaan soal kemungkinan adanya kehidupan alien. Pada tahun 2023, mantan Administrator NASA Bill Nelson membentuk komite intelektual untuk menjawab kecurigaan mengenai alien.
Namun, pernyataan terbaru dari Isaacman lebih definitif dalam mengaitkan keberadaan alien dengan eksplorasi nan dilakukan NASA. Isaacman mengatakan suatu hari kelak NASA bakal mengintegrasikan teleskop untuk membantu melanjutkan pencarian tanda kehidupan alien.
Isaacman sendiri sudah dua kali ke luar angkasa, saat memimpin misi antariksa swasta pada tahun 2021 dan 2024. Isaacman mengaku tidak memandang alien dalam kunjungan singkatnya ke luar angkasa, tapi dia meyakini bahwa ada kehidupan lain di luar sana.
"Tapi jika dipikir-pikir-ada dua triliun galaksi di luar sana, siapa nan tahu berapa banyak sistem bintang di dalam masing-masing galaksi tersebut," ucap Isaacman.
"Saya rasa kemungkinan kita bakal menemukan sesuatu nan menunjukkan bahwa kita tidak sendirian cukup tinggi," imbuhnya.
Perbincangan soal alien kembali mencuat setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis laporan tentang kejadian udara tak dikenal (UAP), diikuti sidang kongres untuk menyelidiki penampakan tersebut. Belum lama ini, mantan Presiden AS Barack Obama juga meyakini bahwa alien itu nyata.
"Alien itu nyata, tapi saya belum pernah melihatnya," kata Obama dalam wawancara di salah satu podcast pada bulan Februari.
"Alien tidak disimpan di Area 51. Tidak ada akomodasi bawah tanah selain ada persekongkolan besar dan mereka menyembunyikannya dari presiden Amerika Serikat," tambahnya.
(vmp/afr)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·