Bmkg Jelaskan Penyebab Kemunculan Fenomena Bun Upas Di Dieng

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena embun kaku atau embun upas kembali menyelimuti area Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir seiring datangnya musim kemarau. Fenomena ini muncul ketika suhu udara nan terus menurun pada malam hingga pagi hari.

Sekretaris Desa Dieng Kulon Sabar Alfarisi mengatakan kemunculan embun kaku mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir seiring suhu udara nan terus menurun pada malam hingga pagi hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang lebih sudah tiga hari terakhir embun kaku mulai muncul di Dieng. Sebarannya terlihat di sekitar area Candi Arjuna dan beberapa area terbuka lainnya," kata Alfarisi, melansir Antara, Kamis (11/6).

Fenomena alam nan menjadi karakter unik musim tandus di Dieng itu selalu menarik perhatian wisatawan. Oleh lantaran itu, banyak visitor datang sejak awal hari untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan terbentuknya lapisan kristal es tipis di permukaan rumput dan tanaman.

"Sudah banyak visitor nan datang untuk memandang dan mengambil foto embun beku. Fenomena ini memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi visitor Dieng," katanya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan kemunculan embun upas tahun ini dipicu kondisi cuaca nan kering dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan info BMKG, curah hujan di area Dieng pada periode 6-9 Juni 2026 tercatat 0 milimeter.

"Curah hujan nol milimeter menunjukkan atmosfer berada dalam kondisi sangat kering. Selain itu, langit condong cerah tanpa awan pada malam hingga pagi hari," katanya.

Ia mengatakan hilangnya tutupan awan membikin panas nan tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dilepaskan secara maksimal ke atmosfer dan luar angkasa pada malam hari. Kondisi ini mengakibatkan proses pendinginan berjalan sigap sehingga suhu permukaan tanah turun drastis.

"Berdasarkan data, suhu udara minimum di Dieng pada 9 Juni 2026 mencapai 1,05 derajat Celcius pada pukul 01.01 WIB. Sementara suhu rumput alias permukaan tanah tercatat lebih rendah, ialah 0,60 derajat Celcius pada pukul 08.30 WIB," katanya.

Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya lapisan kristal es tipis pada rumput, tanaman pertanian, dan permukaan lain nan terpapar udara dingin secara langsung. Topografi Dieng nan berupa cekungan dan dikelilingi pegunungan turut memperkuat terbentuknya embun beku.

"Udara dingin dari lereng pegunungan bergerak turun pada malam hari dan terperangkap di dasar lembah sehingga suhu di area tersebut menjadi jauh lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya," kata dia.

Terkait dengan perihal itu, Goeroeh mengimbau masyarakat dan visitor nan berjamu ke Dieng untuk mempersiapkan busana hangat serta mewaspadai suhu dingin ekstrem nan diperkirakan tetap berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada malam hingga pagi hari.

(dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-tekno