Beda Sikap Soal Iran, Trump Ingin Tarik Pasukan As Di Spanyol Dan Italia

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan pengurangan kehadiran militer di Spanyol dan Italia.

Langkah ini dipicu oleh bentrok visi dengan para pemimpin Spanyol dan Italia mengenai perang di Iran nan sekarang telah memasuki bulan ketiga.

Pernyataan ini muncul hanya selang sehari setelah Trump mengusulkan usulan serupa untuk Jerman, menyusul kritik pedas dari Kanselir Friedrich Merz terhadap strategi perang Washington nan dinilai tidak terkonsep dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Spanyol dan Italia nan menolak mendukung operasi militer AS-Israel di Iran.

"Ya, mungkin saja, saya kemungkinan besar bakal melakukannya (menarik pasukan). Kenapa tidak?" ujar Trump, seperti dilansir Euronews. "Italia sama sekali tidak membantu kami, dan Spanyol sangat buruk, betul-betul buruk," sambungnya. 

Trump berdasar bahwa perang di Iran memberikan faedah bagi seluruh dunia, termasuk sekutu-sekutunya di Eropa. Ia mengkritik keras negara-negara nan dia sebut sebagai "sekutu formal" tersebut lantaran tidak berperan-serta dalam upaya "menghilangkan ancaman nuklir Iran" dan menjaga keamanan Selat Hormuz.

Hingga akhir Desember 2025, info menunjukkan kehadiran pasukan aktif AS di ketiga negara tersebut cukup signifikan. Di Jerman terdapat 36.436 personel militer AS.

Sementara di Italia ada 12.662 personel militer AS dan di wilayah Spanyol terdapat sebanyak 3.814 personel militer AS

Meskipun besaran pengurangan belum dipastikan, sejumlah media AS memprediksi nomor tersebut bakal sangat signifikan dan dapat mengubah lanskap pertahanan NATO secara permanen.

Perselisihan ini menandai titik terendah hubungan AS dengan para pemimpin kunci Eropa. Sebelumnya, Trump meluncurkan serangan verbal terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni, nan sebeumnya adalah sekutu sayap kanan dekatnya.

Trump menyebut Meloni "kurang keberanian" lantaran tidak bisa melawan tekanan domestik untuk mendukung perang di Iran.

Ketegangan dengan PM Spanyol Pedro Sanchez berakar lebih dalam, mulai dari perbedaan posisi mengenai perang di Gaza hingga penolakan Spanyol untuk meningkatkan anggaran pertahanan NATO menjadi 5 persen dari PDB. Spanyol adalah satu-satunya personil nan menolak kesepakatan tersebut di KTT Den Haag tahun lalu.

Ketidakstabilan di area Timur Tengah akibat perang ini telah memukul ekonomi global. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak drastis, ditutup pada nomor US$114 per barel pada Jumat (1/5), naik tajam dari nilai sebelum perang nan berada di kisaran US$70 per barel.

Pemerintah AS dikabarkan apalagi mempertimbangkan untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol di NATO sebagai akibat atas penolakan negara itu mendukung kebijakan Washington di Iran.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional