PALANGKA RAYA – Upaya peningkatan kapabilitas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kalimantan Tengah sekarang diarahkan lebih luas, tidak hanya sebatas penguatan teknis penegakan hukum, tetapi juga mendukung kemandirian dan daya saing daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Monitoring (PPM) Bapperida Kalteng, Chandra Fuji Asmara, saat menjadi narasumber dalam aktivitas Pembinaan Teknis dan Peningkatan Kemampuan Pengembangan Fungsi Korwas PPNS, Kamis 9 April 2026, di Hotel Aquarius Palangka Raya.
Dalam paparannya, dia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) PPNS nan dirancang secara sistematis dan terintegrasi dalam perencanaan daerah. Pendekatan nan terpisah-pisah sudah tidak relevan untuk menghasilkan aparatur nan ahli dan adaptif.
“PPNS nan ahli tidak hanya memperkuat penegakan hukum, tetapi juga berkedudukan dalam menciptakan wilayah nan berdikari dan berkekuatan saing,” ucapnya.
Kualitas PPNS mempunyai pengaruh besar terhadap tata kelola pembangunan. Aparat nan kompeten bakal mendorong terciptanya kepastian hukum, sehingga suasana pembangunan menjadi lebih kondusif.
“Kegiatan nan digelar Korwas PPNS Polri Mabes Polri ini mengangkat tema Optimalisasi Peran PPNS dalam Penegakan Hukum guna Mendukung Program Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Forum tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus menyamakan persepsi antara perencana pembangunan dan abdi negara penegak hukum. Sinergi kedua pihak dinilai krusial agar pengembangan SDM PPNS selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Melalui pendekatan nan lebih terarah dan kolaboratif, Bapperida Kalteng berambisi penguatan PPNS tidak hanya berakibat pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas pembangunan daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia nan unggul dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. (yud)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·