Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur dengan menggandeng pemerintah desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sosial (BPMDSos), Bagian Pemerintahan Setda, serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Barito Timur dalam forum koordinasi dan obrolan nan digelar di Ruang Rapat Bapenda.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kerjasama dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), nan merupakan salah satu sumber krusial Pendapatan Asli Daerah.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas beragam masukan dan aspirasi nan disampaikan pemerintah desa saat proses penyaluran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 ke seluruh desa di wilayah Kabupaten Barito Timur.
Kepala Bapenda Barito Timur, Suma Wara Maharati, menegaskan bahwa keberhasilan optimasi penerimaan pajak wilayah tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, pemerintah desa mempunyai posisi strategis lantaran menjadi ujung tombak nan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, khususnya dari sektor Pajak Daerah dan PBB-P2, memerlukan support dan keterlibatan semua pihak. Pemerintah desa mempunyai peran nan sangat krusial lantaran memahami kondisi masyarakat secara langsung. Oleh lantaran itu, diperlukan sinergi dan komitmen berbareng agar sasaran penerimaan pajak wilayah dapat tercapai,” ujarnya di Tamiang Layang, Kamis (18/6/2026).
Suma menjelaskan, selama proses penyampaian SPPT PBB-P2 Tahun 2026, beragam masukan konstruktif disampaikan oleh kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa hingga kolektor pajak. Beragam usulan tersebut dinilai dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Beberapa poin nan menjadi perhatian dalam obrolan antara lain peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bayar pajak, pemutakhiran info objek dan subjek pajak agar sesuai dengan kondisi terkini, serta penguatan peran kolektor PBB-P2 di tingkat desa.
Selain membahas strategi peningkatan penerimaan pajak, forum tersebut juga menegaskan bahwa optimasi PBB-P2 bukan semata-mata untuk meningkatkan PAD. Lebih dari itu, penerimaan pajak bakal menjadi modal krusial dalam mendukung pembangunan wilayah nan manfaatnya kembali dirasakan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik dan pembangunan prasarana di desa maupun perkotaan.
Seluruh peserta nan datang sepakat bahwa keberhasilan pembangunan wilayah memerlukan partisipasi aktif masyarakat, termasuk dalam memenuhi tanggungjawab perpajakan.
Melalui forum koordinasi ini, Bapenda berambisi dapat terbangun pola kerja nan lebih terintegrasi antara pemerintah wilayah dan pemerintah desa sehingga beragam hambatan di lapangan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama-sama.
“Kami berambisi pertemuan ini menjadi awal nan baik untuk membangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama. Dengan kerja sama nan kuat antara pemerintah wilayah dan pemerintah desa, kami optimistis penerimaan PBB-P2 dapat terus meningkat dari tahun ke tahun dan memberikan faedah nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Barito Timur,” pungkas Suma.
Melalui kerjasama antara Bapenda, Bagian Pemerintahan Setda, BPMDSos, APDESI, dan seluruh pemerintah desa, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi tanggungjawab perpajakan semakin meningkat sehingga bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Barito Timur.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·