CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 06:30 WIB
Berikut penjelasan awal cerita seorang anak wanita bisa sering main bareng beruang dalam Masha and the Bear. (dok. Animaccord Animation Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Masha and the Bear merupakan salah satu serial animasi terkenal nan digemari banyak generasi. Serial asal Rusia tersebut mengisahkan petualangan anak wanita berjulukan Masha nan selalu dijaga serta dilindungi seekor beruang.
Beruang nan kerap dipanggil sebagai Mishka itu kerap mengurus Masha, mulai dari memberi makan hingga memandikan anak mini tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah awal mula pertemuan Masha dan beruang Mishka diceritakan dalam bagian pertama Masha and the Bear nan berjudul How They Met.
Episode tersebut dimulai dari penggambaran satu rumah mini di tepi rel kereta api nan menjadi tempat tinggal seorang anak mini nan sangat aktif berjulukan Masha.
Masha diceritakan sangat suka bermain sehingga semua hewan lain nan berada dekat tempat tinggalnya tidak ikut antusias dan selalu berlindung darinya.
Situasi tersebut membikin Masha merasa jengkel dan melarikan diri ke hutan. Di sana, dia menemukan sebuah rumah nan tampak nyaman milik Beruang, nan saat itu baru saja pergi memancing.
Sekembalinya dari memancing, si Beruang mendapati rumahnya nan bagus berantakan. Ia menemukan sumber kekacauan itu di dalam rumahnya sendiri rupanya seorang gadis mini nan menggunakan tempat tidurnya sebagai trampolin pribadi.
Beruang berupaya sekuat tenaga untuk menyingkirkan Masha lantaran telah menjadi tamu nan menyebalkan. Segala upaya dilakukan hingga dia berhasil.
Namun, setelah Masha pergi, Beruang itu malah tiba-tiba merasa resah terhadap anak mini nan ditinggalkannya di hutan. Beruang bergegas mencarinya dan akhirnya menemukannya di rumah beruang dan sedang membersihkan kekacauan nan dibuat.
Kejadian tersebut menandai awal dari persahabatan nan tidak biasa, mengharukan, dan penuh kekacauan antara Masha dan Beruang.
Baik orang tua maupun kerabat dewasa Masha lainnya tidak pernah muncul dalam serial tersebut.
Namun, perihal itu bukan berfaedah Masha tidak mempunyai orang tua. Studio Annimacord menilai orang tua Masha tidak cocok dengan kisah animasinya nan bagai di bumi Masha nan ajaib lantaran untuk anak-anak prasekolah.
"Fakta bahwa kami tidak menampilkan orang tua [Masha] bahwa bukan berfaedah mereka tidak ada. Ini sesederhana lantaran lebih menarik untuk membikin animasi soal petualangan Masha dibanding kehidupan biasa seorang anak dengan orang tuanya," kata mereka.
Serial Masha and the Bear tayang pertama kali pada Januari 2009 dan menjadi aktivitas animasi Rusia pertama nan dirilis dalam format 4K.
Masha and the Bear kemudian melejit dan disukai anak-anak di beragam negara. Serial itu bersambung hingga enam musim dengan total 117 episode.
Sebagian besar bagian Masha and the Bear juga sukses besar ketika dirilis di YouTube. Bahkan, salah satu bagian itu mendapat 4,5 juta views per April 2022, hingga menjadi video nonmusik ke-14 dengan penonton terbanyak.
(chri)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·