Jakarta, CNN Indonesia --
Kontingen Indonesia dalam Australia Open 2026 bisa mengukir rekor baru dengan meraih gelar juara dalam tiga musim berturut-turut.
Rekor itu tercipta setelah Alwi Farhan meraih gelar juara nomor tunggal putra. Pada babak final, Minggu (14/6), Alwi mengalahkan Dong TianYao dengan skor 21-13, 21-13.
Dari nomor ganda, ialah dobel putri dan dobel putra, sama-sama menyumbang lencana perak namalain ranking kedua. Pasangan Indonesia kalah dari wakil China di final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meiilysa Trias Puspitasari, kudu puas menjadi runner up dobel putri usai kalah dua gim (24-22, 21-13) dari Jia Yi Fan/Zhang Shun Xian.
Adapun passngan dobel putra Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga kalah dua gim langsung, 21-15, 21-17 dari pasangan Chen Bo Yang/Liu Yi.
Hasil ini membikin tardisi juara Indonesia dalam Australia Open terjaga. Musim lalu, 2015, Indonesia meraih dua emas lewat Raymon Indra/Nikolaus Joaquin dan Rachel Alessya/Febi Setianingrum.
Adapun pada 2024 gelar juara diraih pasangan dobel putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pertiwi. Sebelumnya, 2023 dan 2022, tak ada gelar juara diraih.
Sementara jenis 2021 dan 2020 tidak diadakan lantaran pandemi Covid-19. Sebelum itu, tradisi juara hanya terjaga dalam dua musim, seperti 2019-2018, 2013-2012, dan 2007-2006.
Ini kali pertama wakil Indonesia meraih gelar juara Australia Open dalam tiga musim beruntun. Meski dari nomor-nomor berbeda, ini menandakan anak-anak pelatnas PBSI tetap bisa unjuk gigi.
(abs/wiw)
Add
as a preferred source on Google
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·