Astronaut Artemis Ii Akan Hadapi Ujian Terakhir Yang Mematikan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Keempat astronaut nan terbang mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II NASA segera kembali ke Bumi. Nah, salah satu bagian paling rawan dan menegangkan dari misi ini tetap menanti.

Fase masuk kembali ke atmosfer selalu menjadi salah satu bagian paling berisiko lantaran wahana antariksa dapat terpapar suhu sekitar 2.760 derajat Celcius. Nah, perisai panas pesawat luar angkasa Orion, lapisan perlindungan termal di bagian bawah nan melindungi astronaut dari suhu ekstrem, diketahui punya kelemahan desain. Misi ini adalah pertama kali kapsul tersebut membawa manusia.

Ketika kapsul kru Orion kembali ke Bumi hari Jumat, kapsul tersebut bakal menghantam lapisan atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer di atas Samudra Pasifik dengan kecepatan luar biasa 38.624 km per jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hitungan detik, suhu di seluruh perisai panasnya nan selebar 5 meter bakal melonjak hingga sekitar 2.760 derajat Celcius, separuh dari panas permukaan Matahari, seiring melambatnya kapal secara drastis dalam bola api bermuatan listrik akibat gesekan atmosfer.

Keempat astronaut, komandan Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut Kanada Jeremy Hansen, mengandalkan perisai panas untuk menjaga mereka tetap kondusif hingga pendaratan di air dengan support parasut di lepas pantai California.

"Kami mempunyai kepercayaan tinggi pada sistem ini, pada perisai panas, parasut, dan sistem pemulihan nan kami rakit," ujar Amit Kshatriya, pengurus asosiasi NASA nan dikutip detikINET dari CBS.

"Rekayasa teknisnya mendukung, info penerbangan Artemis I mendukungnya. Semua pengetesan darat kami mendukung, kajian kami mendukungnya dan besok para kru bakal mempertaruhkan nyawa mereka di kembali kepercayaan tersebut," ujarnya.

Para kru dan manajer misi merasa percaya meski ada masalah besar pada perisai panas nan digunakan saat penerbangan uji coba Artemis I tanpa awak tahun 2022. Saat itu, material Avcoat nan membentuk perisai tersebut mengalami keretakan di bawah permukaan.

NASA kemudian memutuskan memesan kreasi perisai panas nan berbeda untuk misi-misi Artemis selanjutnya. Namun perisai panas Artemis II, nan identik dengan nan digunakan pada Artemis I, telanjur dipasang. Menggantinya dengan kreasi baru bakal menunda misi tersebut selama 18 bulan alias lebih.

Manajer NASA memilih meluncurkan Artemis II apa adanya berasas info pengetesan dan kajian menyeluruh. Analisis tersebut menunjukkan perisai bakal berfaedah dengan baik jika lintasan masuk kembali dimodifikasi untuk menghilangkan perubahan suhu dan tekanan nan berkontribusi pada kerusakan di penerbangan Artemis I.

"Mereka melakukan penelitian luar biasa banyak, banyak penelitian terobosan di beberapa akomodasi nan belum pernah kami gunakan sebelumnya dan mereka menemukan akar masalahnya," kata Wiseman.

"Jadi menurut saya semua itu mengarah pada perihal nan baik. Dan saya rasa jika Anda, sebagai manusia nan bakal menaiki roket ini, telah duduk dalam rapat-rapat nan kami ikuti, mendengarkan para pakar, dan memeriksa info berbareng mereka, Anda bakal merasakan ketenangan nan sama," imbuhnya.


(fyk/fyk)

Sumber detik-inet