Asisten Pribadi Matthew Perry Divonis Lebih Dari 3 Tahun Penjara

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 00:01 WIB

Asisten pribadi Matthew Perry, Kenneth Iwamasa, resmi dijatuhi balasan 41 bulan penjara. (AFP/Gabriel Bouys) Asisten pribadi Matthew Perry, Kenneth Iwamasa, resmi dijatuhi balasan 41 bulan penjara. (AFP/Gabriel Bouys)

Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten pribadi Matthew Perry, Kenneth Iwamasa, resmi dijatuhi balasan 41 bulan penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat pada Rabu (27/5).

Vonis dijatuhkan atas peran besar Iwamasa dalam memasok dan menyuntikkan ketamin secara berulang, termasuk dosis terakhir nan mengakibatkan Perry tewas akibat overdosis fatal pada Oktober 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain balasan kurungan, seperti diberitakan Variety pada Rabu (27/6), Hakim Distrik AS Sherilyn Peace Garnett juga menjatuhkan denda sebesar US$10.000 alias setara Rp178,76 juta (US$1=Rp17.786) kepada Iwamasa.

Pria nan telah mengenal Perry sejak 1992 dan diangkat menjadi asisten pada 2022 dengan penghasilan US$150.000 pertahun ini merupakan terdakwa kelima sekaligus terakhir nan menerima vonis dalam pusaran kasus tersebut.

Sebelum vonis, dia telah mengaku bersalah pada Agustus 2024 atas dakwaan persekongkolan pendistribusian ketamin nan menyebabkan kematian dan cedera badan serius.

Pihak kejaksaan menyatakan Iwamasa sepenuhnya sadar bakal riwayat kecanduan narkoba nan dialami bosnya, meskipun dia tidak mempunyai latar belakang medis untuk menyuntikkan obat-obatan keras.

[Gambas:Video CNN]

Dalam berkas persidangan, jaksa menegaskan bahwa "alih-alih membantu Perry mempertahankan kesembuhannya, [Iwamasa] justru menjadi penyedia dan pemasok obat-obatannya."

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa sejak September 2023, Iwamasa bersekongkol dengan sejumlah pihak, termasuk seorang master berjulukan Salvador Plasencia dan konselor obat-obatan Erik Fleming.

Plasencia diketahui menjual 20 vial ketamin serta perangkat suntik senilai US$57.000 kepada mereka, sekaligus mengajari Iwamasa langkah menginjeksikannya.

Iwamasa apalagi tetap memesan pasokan obat meski sempat memandang Perry mengalami reaksi tubuh kaku akibat suntikan Plasencia, nan saat itu sempat memicu sang master berujar, "Jangan lakukan itu lagi."

Iwamasa kemudian beranjak mencari pasokan dari Fleming, nan memperoleh ketamin dari bandar berjulukan Jasveen Sangha namalain "Ketamine Queen."

Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntikkan sedikitnya tiga dosis ketamin kiriman Sangha nan berujung pada kematian Perry.

Saat ini, Sangha, Plasencia, dan Fleming masing-masing telah mendekam di penjara federal dengan balasan 15 tahun, 2,5 tahun, dan 2 tahun setelah mengaku bersalah atas dakwaan narkotika.

Adapun Plasencia telah menyerahkan izin praktiknya pada September 2025.

Pada hari kematian sang aktor, Iwamasa sempat menghubungi panggilan darurat 911 namun sengaja menyembunyikan riwayat suntikan ketamin saat diinterogasi polisi.

Ia apalagi terbukti melenyapkan peralatan bukti mengenai penggunaan obat tersebut di rumah Perry dalam hari-hari menjelang kematiannya, dan sempat menghubungi Fleming lewat telepon untuk mengonfirmasi bahwa dirinya telah "menghapus semuanya."

Tindakan ini bertolak belakang dengan tanggung jawab resminya nan bekerja mengoordinasikan perawatan medis dan memastikan sang tokoh mengonsumsi obat-obatan sesuai resep norma nan sah.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-hiburan