Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melunakkan sikapnya terhadap timnas Iran nan sedang berkompetensi di Piala Dunia 2026.
Jelang pertandingan ketiga Team Melli di fase grup, AS mengizinkan Amir Ghalenoei dan anak asuhnya masuk ke wilayah pertandingan di Seattle dua hari sebelum pertandingan melawan Mesir.
"Untuk pertandingan ketiga tim Iran di Seattle pada 26 Juni, tim tersebut diizinkan masuk ke AS dua hari sebelum pertandingan," kata ahli bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri kepada CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya saat melawan Selandia Baru dan Belgia, Iran hanya bisa masuk ke AS pada saat hari pertandingan.
Hanya saja kelonggaran tidak terjadi setelah pertandingan. Kelak timnas Iran kudu segera meninggalkan AS setelah wasit meniup peluit panjang dalam laga melawan Mesir, sama seperti dua laga sebelumnya.
"Tim Iran tetap kudu pergi pada hari di mana pertandingan berakhir. Langkah-langkah dan protokol keamanan tetap sama. Kami teteap berkomitmen memberikan turnamen nan kondusif bagi para pemain, staf, dan penggemar," ujar jubir Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Mehdi Taremi dan kawan-kawan vokal menyuarakan situasi nan mereka alami. Kesulitan konsentrasi dalam berkompetensi menjadi halangan menjalani Piala Dunia 2026.
Kendala nan dihadapi Iran mengenai akomodasi dan transportasi di Piala Dunia tak lepas dari perang nan pecah sejak akhir Februari 2026.
Perang AS-Israel melawan Iran membikin kiprah timnas dari Asia Barat ini dipenuhi problem-problem non-teknis.
Iran saat ini sudah meraih dua poin dari hasil seri dalam dua laga, skor 2-2 melawan Selandia Baru dan seri tanpa gol melawan Belgia.
Saat ini Iran berada di ranking kedua klasemen Grup G. Untuk lolos ke fase gugur, Iran butuh poin. Kemenangan bisa memastikan langkah mereka ke 32 besar, sementara satu poin belum menjamin lolos dari fase grup.
(nva/ptr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·