Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Amerika Serikat mau memasang senjata laser berenergi tinggi di setiap kapal perang dengan biaya tembak nan hanya US$10 alias sekitar Rp15 juta per tembakan.
Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Daryl Caudle menyampaikan argumen sungguh krusial senjata laser di kapal generasi berikutnya untuk Angkatan Laut AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Energi terarah merupakan komponen krusial dalam peperangan laut di masa depan, khususnya untuk rudal balistik dan pertahanan terminal ," kata Caudle dalam surat nan dikirim ke DPR AS, dikutip Military Times, Juni lalu.
Senjata tersebut berfaedah mengambil alih pertahanan rudal dan membebaskan ruang untuk senjata ofensif di seluruh kapal perusak kelas Arleigh Burke Angkatan Laut.
Paradigma saat ini, lanjut dia, memaksa pertukaran antara pencegat melindungi dan senjata serang ofensif dalam ruang terbatas Sistem Peluncuran Vertikal (VLS), tidak berkelanjutan.
Setiap sel VLS nan dipakai dalam rudal melindungi membuka kesempatan kehilangan serangan ofensif jarak jauh.
Secara teori, solusi daya terarah untuk masalah ini sangat elegan: senjata laser nan melindungi kapal perang dengan biaya $10 per tembakan.
Teknologi ini bisa mengubah kapal perusak dari platform nan terbagi antara serangan dan pertahanan menjadi platform nan dioptimalkan untuk proyeksi kekuatan ofensif.
"Setiap sel VLS nan digunakan untuk rudal pertahanan adalah kesempatan nan hilang," kata Caudle.
Masalahnya adalah kapal-kapal nan bisa menampung senjata laser tersebut pada tingkat daya nan dibutuhkan belum dibangun.
Angkatan Laut AS sebetulnya sudah melengkapi sembilan kapal perusak dengan sistem laser operasional. Sistem ini berfaedah mengurangi ketergantungan terhadap rudal nan mahal untuk pertahanan terhadap drone dan rudal.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
22 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·