Jakarta -
Apple Inc. mencatat keahlian impresif pada kuartal kedua fiskal 2026. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini melaporkan pertumbuhan dua digit di beragam wilayah, termasuk Indonesia nan sekarang semakin strategis sebagai pasar emerging.
Dalam laporan finansial terbarunya, Apple membukukan pendapatan sebesar USD111,2 miliar alias sekitar Rp1.924 triliun (kurs Rp17.300). Angka ini tumbuh 17% dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Sementara untung per saham (EPS) dilusian mencapai USD2,01 alias sekitar Rp34.773, melonjak 22% secara tahunan.
"Hari ini, Apple dengan bangga melaporkan kuartal Maret terbaik kami," ujar CEO Tim Cook. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan dua digit terjadi di seluruh segmen geografis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, mengungkapkan bahwa keahlian positif perusahaan tidak hanya datang dari pasar maju, tetapi juga didorong oleh lonjakan permintaan di negara berkembang.
"Kami mencatat pertumbuhan dua digit di banyak pasar emerging, termasuk India dan Indonesia," ujarnya.
Permintaan nan kuat turut mendorong pedoman perangkat aktif (installed base) Apple mencapai rekor tertinggi di semua kategori produk dan wilayah. Selain itu, arus kas operasional Apple pada kuartal ini menembus USD28 miliar alias sekitar Rp484,4 triliun.
Dengan momentum positif ini, khususnya pertumbuhan dua digit di Indonesia, Apple semakin mengukuhkan posisinya di pasar Asia Tenggara nan terus berkembang pesat.
iPhone 17 Jadi Bintang, Layanan Pecahkan Rekor
Produk iPhone kembali menjadi tulang punggung pertumbuhan Apple. Seri terbaru, termasuk iPhone 17, mencatatkan rekor pendapatan untuk kuartal Maret berkah permintaan nan tinggi di beragam negara.
Tak hanya itu, lini jasa (Services) Apple juga kembali mencetak rekor sepanjang masa. Sementara itu, pendapatan dari lini Mac mencapai USD8,4 miliar (sekitar Rp145,3 triliun), naik 6% secara tahunan berkah produk baru seperti MacBook Neo.
Survei Worldpanel menunjukkan iPhone menjadi model terlaris di sejumlah pasar utama seperti Amerika Serikat, China urban, Inggris, Australia, dan Jepang. Bahkan, tingkat kepuasan pengguna iPhone 17 di AS mencapai 99% menurut 451 Research.
Dividen Naik, Buyback Rp1.700 Triliun
Selain keahlian operasional nan kuat, Apple juga menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek jangka panjangnya melalui kebijakan keuangan.
Dewan dewan menyetujui dividen tunai sebesar USD0,27 per saham alias sekitar Rp4.671, naik 4% dari sebelumnya. Dividen ini bakal dibayarkan pada 14 Mei 2026 kepada pemegang saham nan tercatat per 11 Mei 2026.
Tak hanya itu, Apple juga mengesahkan program pembelian kembali saham (buyback) hingga USD100 miliar alias setara Rp1.730 triliun.
(afr/afr)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·