Apakah Para Perasuk Film Horor?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 23 Apr 2026 12:20 WIB

Film Para Perasuk digarap sutradara Wregas Bhanuteja nan dikenal lewat movie Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023). Film Para Perasuk digarap sutradara Wregas Bhanuteja nan dikenal lewat movie Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023). (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Para Perasuk resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. Film ini digarap sutradara Wregas Bhanuteja nan dikenal lewat movie Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023).

Film drama supernatural ini bakal menyajikan unsur mistik sekaligus budaya lewat eksplorasi kejadian manusia kerasukan roh hewan. Wregas menyebut buahpikiran movie ini berasal dari pengalaman pribadi dirinya berbareng sang adik semasa kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 5 perihal nan perlu diketahui sebelum menonton Para Perasuk:


1. Apakah Para Perasuk movie horor?

Para Perasuk bakal mengeksplorasi kejadian manusia kerasukan roh hewan. Namun alih-alih horor, kerasukan digambarkan sebagai pengalaman bentuk nan menyenangkan.

"Misalnya kita kerasukan roh bulus (kura-kura). Nanti si pelamun (orang nan kerasukan) bakal masuk ke alam sambetan nan penuh dengan satu tempat tidur nan sangat nyaman, sinar nan temaram," kata Wregas dalam saat bertemu media di Jakarta Selatan, Senin (9/3).

"Terus mereka bakal merasa kayak lagi dipijetin. Padahal di bumi aslinya, mereka tuh kayak lagi dipukulin oleh rotan, begitu. Jadi ibaratnya kayak seperti tertutup oleh tempurung bulus."

Wregas menjelaskan dalam movie ini dirinya bakal menampilkan 20 jenis "roh hewan" nan idenya berasal dari pengalaman pribadi Wregas semasa mini berbareng adiknya nan mempunyai keahlian lebih.

Berbeda dari sosok gaib pada umumnya, papar Wregas, roh-roh ini terinspirasi dari hewan nan sering dilihat sang adik di sekitar rumah, seperti kucing raksasa hingga kodok.

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan nan positif dari para kritikus.Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan nan positif dari para kritikus. (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)


2. Pesta dan desa fiksi

Para Perasuk mengisahkan kehidupan penduduk Desa Latas nan mempunyai tradisi unik berjulukan Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh hewan untuk masuk ke alam fatamorgana nan indah.

Jika memandang trailernya, movie ini seperti sarat bakal budaya kerasukan di Indonesia. Meski begitu, Desa Latas dan Pesta Sambetan dalam movie perasuk merupakan kisah fiksi nan dibangun oleh Wregas, tidak betul-betul ada di Indonesia.


3. Isu sosial

Para Perasuk tidak hanya menghadirkan unsur horor, tetapi juga sarat bakal rumor sosial nan digambarkan melalui bentrok antara penduduk Desa Latas dengan sebuah perusahaan besar.

Dalam movie itu, tradisi Sambetan terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar nan mau menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun area industri.

Konflik ini menggambarkan realitas sosial mengenai pertentangan antara kepentingan pembangunan dan pelestarian nilai budaya serta kepercayaan lokal nan seringkali terjadi di Indonesia.


4. Para pemain kelas kakap

Para Perasuk menghadirkan sejumlah nama besar di industri intermezo Indonesia. Film ini menyatukan Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, hingga penyanyi legendaris Anggun C. Sasmi sebagai pemeran utama.

Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat daya tarik film, apalagi masing-masing karakter nan diperankan mempunyai peran krusial dalam menghadapi bentrok utama dalam cerita.

Para Perasuk juga menjadi debut akting Anggun C. Sasmi setelah lebih dari 35 tahun berkarier sebagai penyanyi.


5. Ada kitab saku pendamping

Sutradara Wregas Bhanuteja merilis sebuah kitab saku pendamping movie Para Perasuk nan berfaedah sebagai pedoman serba-serbi mengenai Desa Latas nan merupakan desa fiksi dalam movie ini dan Pesta Sambetan.

Buku itu mencakup jenis-jenis roh hewan serta pedoman teknis mengenai langkah bertapa alias ritual nan kudu dilakukan di mata air keramat untuk memanggil roh tertentu.

Meski begitu, penonton tetap dapat menikmati movie tanpa kitab panduan.

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan nan positif dari para kritikus.Sutradara Wregas Bhanuteja merilis sebuah kitab saku pendamping movie Para Perasuk nan berfaedah sebagai pedoman serba-serbi mengenai Desa Latas nan merupakan desa fiksi dalam movie ini dan Pesta Sambetan. (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)


Sinopsis singkat Para Perasuk

Para Perasuk mengisahkan kehidupan penduduk Desa Latas nan mempunyai tradisi unik berjulukan Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh hewan untuk masuk ke alam fatamorgana nan indah.

Namun, tradisi mereka terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar nan mau menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun area industri.

Menghadapi situasi ini, Guru Asri merencanakan Pesta Sambetan besar-besaran sebagai upaya mengumpulkan biaya guna membeli kembali lahan tersebut.

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan nan positif dari para kritikus.

Para Perasuk tayang 23 April di Bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(van/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-hiburan