Apa Makna Judul Film Pesta Babi? Ini Jawaban Sutradara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 07:56 WIB

 Kolonialisme di Zaman Kita, Cypri Paju Dale, buka bunyi soal makna titel movie nan belakangan ramai diperbincangkan publik. Ikustrasi. (iStock/SergeKa)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara movie dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Cypri Paju Dale, buka bunyi soal makna titel movie nan belakangan ramai diperbincangkan publik.

Cypri mengatakan penggunaan istilah "kolonialisme" dalam titel movie bukan dipilih secara sembarangan, melainkan menjadi bagian dari kerangka kajian untuk memahami situasi masyarakat budaya di Papua secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barangkali sumber keberatan atas movie ini adalah lantaran di dalamnya kami memakai istilah kolonialisme pada titel dan kepada seluruh rangka kajian nan dirajut dalam keseluruhan cerita film," ujar Cypri dalam video nan diunggah di IG Ekspedisi Indonesia Baru, Jumat (14/5).

Ia menjelaskan movie tersebut merupakan dokumenter berbasis penelitian sejarah dan antropologi nan dipadukan dengan investigasi jurnalistik serta kajian kebijakan.

Menurutnya, istilah seperti konflik, pelanggaran HAM, deforestasi, hingga militerisme tidak cukup untuk menjelaskan persoalan Papua secara utuh.

"Kolonialisme sebagai sebuah rangka berpikir alias rangka kajian sukses merangkum semua masalah itu, dan menjelaskan bahwa semuanya mengenai satu sama lain dalam sesuatu nan berkarakter sistemik nan sudah berjalan lama dan tidak bisa ada solusinya jika hanya diselesaikan dengan menyelesaikan salah satu dari persoalan nan tadi," katanya.

Cypri mengatakan istilah kolonialisme juga telah lama digunakan sebagian masyarakat Papua untuk menggambarkan pengalaman hubungan mereka dengan Indonesia maupun bangsa lain.

Ia menyebut movie tersebut memang dibuat agar situasi masyarakat budaya di Papua dapat dipahami publik secara lebih luas.

"Film ini memang sedang dicegah oleh sejumlah pihak untuk sampai kepada penonton nan luas. Banyak pihak nan berupaya agar apa nan terjadi di Papua tidak diketahui oleh masyarakat luas," ujarnya.

Selain menjelaskan soal judul, Cypri menilai isi movie tersebut memang dapat memunculkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak, termasuk pemerintah maupun masyarakat umum.

"Mungkin mengganggu bagi kita nan merasa sebagai penduduk nan baik, nan kritis, nan bersolidaritas terhadap orang Papua. Karena, movie ini membikin kita kudu menjawab pertanyaan apakah Indonesia memang melakukan kolonialisme di Papua? Ini pertanyaan sederhana namun sulit," katanya.

Menurut Cypri, pertanyaan tersebut perlu dibahas secara terbuka dan jujur dengan merujuk pada petunjuk UUD 1945 nan menyatakan kolonialisme kudu dihapuskan lantaran tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Film dokumenter tersebut diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru nan digawangi sejumlah wartawan senior, termasuk Dandhy Laksono dan Farid Gaban.

Film itu mengangkat rumor masyarakat budaya dan bentrok perebutan lahan di Papua, termasuk akibat proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan terhadap lingkungan dan kewenangan masyarakat adat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang aktivitas nonton bareng maupun obrolan mengenai movie tersebut.

Menurut Yusril, publik justru perlu diberi ruang untuk menonton dan mendiskusikan isi movie secara terbuka.

"Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi nan provokatif. Judul movie dokumenter itu sendiri memang kontroversial," kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).

Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing melakukan pelarangan alias pembubaran aktivitas obrolan hanya lantaran titel film.

"Biarkan saja masyarakat menonton, lampau setelah itu silakan gelar obrolan dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," ujarnya.

(lau/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-hiburan