Ambisi Mark Zuckerberg Rebut Takhta Pasar Ai Dengan Muse Spark

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Meta merilis model kepintaran buatan besar pertamanya sejak perekrutan mahal Alexandr Wang dari Scale AI sembilan bulan lalu, seiring upaya induk perusahaan FB tersebut bersaing di pasar AI nan saat ini didominasi OpenAI, Anthropic, dan Google.

Diberi nama Muse Spark, model AI ini adalah nan pertama dari seri Muse. Pengembangnya adalah Meta Superintelligence Labs, unit AI nan dipimpin Wang. Wang berasosiasi dengan Meta bulan Juni sebagai bagian investasi senilai USD 4,3 miliar di Scale AI, di mana dia menjabat CEO.

Meta sangat mau merebut kembali momentum di pasar AI nan sangat kompetitif menyusul debut mengecewakan dari model sebelumnya. Perilisan tersebut kandas memikat pengembang, sehingga membikin CEO Mark Zuckerberg mengubah strategi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali tumpukan AI kami dari awal, bergerak lebih sigap daripada siklus pengembangan mana pun nan pernah kami jalankan sebelumnya," kata Meta nan dikutip detikINET dari CNBC.

"Model awal ini sengaja dirancang agar mini dan cepat, namun cukup mumpuni untuk menalar pertanyaan-pertanyaan kompleks di bagian sains, matematika, dan kesehatan. Ini adalah fondasi kuat, dan generasi berikutnya sudah dalam tahap pengembangan," imbuhnya.

Meta tidak memposisikan Muse Spark sebagai model AI papan atas, melainkan menyoroti efisiensi dan performa kompetitif dalam beragam tugas. Meta belum bisa menembus pasar model AI secara signifikan dan pesaing utamanya telah melesat. OpenAI dan Anthropic sekarang secara kolektif berbobot lebih dari USD 1 triliun, dan teknologi Gemini milik Google semakin tenar.

Taruhannya sangat besar, lantaran pasar AI generatif dunia diperkirakan tumbuh lebih dari 40% setiap tahun, meroket dari sekitar USD 22 miliar pada 2025 menjadi nyaris USD 325 miliar pada 2033, menurut laporan Grand View Research.

Meta terus meningkatkan pengeluaran untuk prasarana AI. Dalam laporan pendapatan terbaru, Meta mengatakan shopping modal mengenai AI tahun 2026 bakal berkisar antara USD 115 miliar hingga USD 135 miliar, nyaris dua kali lipat capex tahun lalu.

Muse Spark bakal berkarakter eksklusif (proprietary), namun ada angan untuk menjadikan model di masa mendatang sebagai open source. Mereka sebelumnya mengambil pendekatan open source untuk AI melalui model Llama.

Model baru ini sekarang menenagai asisten digital di aplikasi berdikari Meta AI dan situs web desktop. Muse Spark bakal memulai debutnya dalam beberapa minggu mendatang di dalam Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, serta di kacamata Ray-Ban Meta AI.

Meta juga merencanakan agar Muse Spark pada akhirnya menggerakkan fitur video Vibes AI di aplikasi Meta AI. Layanan tersebut saat ini menggunakan model AI dari pihak ketiga seperti Black Forest Labs.

Dengan Muse Spark, pengguna aplikasi berdikari Meta AI dan situs web mengenai bakal dapat beranjak di antara mode-mode tertentu, tergantung kerumitan prompt. Pengguna dapat mengetuk satu mode untuk mendapatkan jawaban sigap atas pertanyaan sederhana dan mode lainnya untuk kueri lebih rumit seperti kajian arsip hukum.

Selain itu, mode Kontemplasi (Contemplating mode) bakal diluncurkan berjenjang untuk kueri dan tugas paling rumit. Meta AI nan telah dirombak dengan Muse Spark juga bakal menyertakan mode Belanja nan bakal dapat membantu pengguna membeli busana alias mendekorasi ruangan.


(fyk/fyk)

Sumber detik-inet