Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengungkap argumen laga Persija Jakarta vs Persib Bandung tidak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Ferry menyebut argumen utamanya mengenai aspek keamanan penyelenggaraan pertandingan. Ia mengatakan dari hasil obrolan dengan kepolisian, saat ini sedang ada banyak aktivitas di Jakarta.
"Teman-teman juga memandang salah satu namanya ada beberapa runtutan nan ada di Jakarta ini mulai dari May Day, ada Hari Buruh dan sebagainya," ujar Ferry kepada wartawan di Gedung Baintelkam Mabes Polri, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu nan ada kekhawatiran nan kami di Liga juga merasa krusial untuk dialihkan di tempat lain," kata Ferry menambahkan.
Ia menjelaskan PT LIB telah mencari pengganti letak stadion nan tetap di Pulau Jawa. Akan tetapi, Ferry menyebut seluruh stadion sedang ada agenda pertandingan, baik itu pada hari nan sama ataupun sebelum dan sesudahnya.
Sementara di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, sedang tidak ada agenda pertandingan apapun sehingga bisa dipakai.
"Liga akhirnya memutuskan pertandingan bakal digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, ialah tanggal 10, dengan kick-off pukul 15.30," jelasnya.
"Di Kalimantan Timur enggak ada pertandingan lain selain pertandingan nan bakal kita gelar antara Persija dan Persib," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ferry mengatakan pertandingan tersebut bakal digelar dengan penonton bagi pendukung Persija Jakarta. Hanya saja, untuk pendukung Persib Bandung tetap bakal dilarang lantaran statusnya sebagai laga tandang.
"Suporter tamu tetap dilarang. Sama seperti kejadian-kejadian alias pertandingan-pertandingan sebelumnya, suporter tamunya tetap dilarang," pungkasnya.
(tfq/tfq/rhr)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·