Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala pembimbing dobel putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan argumen di kembali menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Indra/Nikolaus Joaquin dari turnamen Australia Open 2026.
Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin semula masuk dalam rombongan nan bakal berkompetensi di turnamen level Super 500 nan rencananya dimulai Selasa (9/6).
Hanya sehari jelang hari pertandingan pertama, PBSI kemudian mengumumkan menarik keikutsertaan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari arena nan berjalan di Sydney tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PBSI mengumumkan tidak memberangkatkan kedua pasangan itu pada Senin (8/6) sore. Sementara argumen di kembali keputusan itu diumumkan Anton beberapa jam berselang.
Latar belakang keputusan tidak memberangkatkan Fajar/Fikri tak lepas dari hasil mengecewakan di Indonesia Open lantaran kalah di babak pertama.
"Indonesia Open merupakan salah satu milestone nan krusial bagi PBSI. Namun, hasil nan diraih pasangan Fajar/Fikri tetap belum sesuai dengan sasaran nan telah ditetapkan, oleh lantaran itu diperlukan pertimbangan menyeluruh sebagai bahan perbaikan kedepannya," kata Anton.
"Sementara itu, turnamen Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini. Oleh lantaran itu, konsentrasi mereka saat ini bakal diarahkan pada persiapan nan lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games," terangnya menambahkan.
Sedangkan untuk Raymond/Joaquin, Anton memilih protektif kepada pasangan muda tersebut.
"Untuk Raymond/Joaquin, saya memandang dengan masa recovery nan singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," ujar laki-laki nan pernah menyumbang lencana perunggu Olimpiade 1996.
(jun)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·