Akademi Pengorbit David Raya Buka Cabang Di Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Akademi pengorbit kiper Arsenal David Raya, World Sport Academy (Wospac) Barcelona membuka bagian di Indonesia.

Peluncuran representasi resmi Wospac di Indonesia digelar Cibis Park, Jakarta, Senin (11/5). Kehadiran akademi berbasis di Spanyol itu diharapkan jadi jembatan talenta lokal untuk menimba pengetahuan di negara elite dalam sepak bola.

CEO Wospac Barcelona Representative Office, Benhard Sitorus menyampaikan kerjasama nan dilakukan bermaksud menggali potensi pesepakbola muda Indonesia. Menurutnya, pembinaan pemain nan dilakukan pihaknya bakal sejalan dengan program PSSI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program nan ada adalah menggabungkan teknik, fisik, dan studi olahraga berbasis sports sciences. Fasilitasnya berlokasi di Wospac Boarding School di Barcelona," kata Benhard di Jakarta, Senin (11/5).

Benhard menuturkan Wospac mempunyai kelebihan dalam hubungan dengan klub-klub dari kasta keempat hingga level tertinggi di Liga Spanyol. Kiper Arsenal, David Raya jadi salah satu sosok nan pernah menimba pengetahuan di tempat tersebut.

"Ada kelebihan utama dalam integrasi total di ekosistem sepak bola Barcelona. Jadi di sana ada latihan intensif dengan muaranya berkompetisi resmi berbareng tim Spanyol nan berbobot dengan jaringan langsung ke klub," ujarnya.

Wospac di Indonesia konsentrasi pada perekrutan atlet 13-14 tahun. Menurut Benhard, di usia tersebut sudah bisa memahami pemahaman lanjutan tentang sepak bola.

"Di usia itu atlet sudah lebih mengerti soal taktik. Permainan usia 13 hingga 14 tahun juga sudah lebih kompleks sehingga cocok untuk kurikulum di Wospac," tuturnya.

Sementara Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga memberi support penuh pada Wospac untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Menurutnya, butuh keterlibatan swasta untuk memaksimalkan talenta sepak bola di Indonesia.

"Tidak hanya PSSI nan bisa menggali itu. Swasta pun juga perlu digandeng untuk mengembangkan usia muda. Pada prinsipnya, PSSI mendukung program ini," ucap Arya.

Di satu sisi, Arya berambisi ada program danasiwa untuk atlet. Pasalnya, biaya jadi atlet akademi Wospac begitu menguras dompet.

Berdasarkan situs Wospac, untuk mengikuti program satu pekan menimba pengetahuan di Barcelona kudu bayar 1.100 Euro alias setara dengan Rp22,5 juta. Jika mau memperkuat selama satu musim di akademi, maka biaya nan diperlukan adalah 51 ribu Euro alias Rp1 miliar untuk rentang usia 12-18 tahun.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-sport