5 Lelucon April Mop Yang Bikin Orang Percaya, Viral Di Masanya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

1 April rentan tersebar info tiruan karena April Mop alias April Fools. Jangan terjebak dengan berita seputar sains di bawah ini ya, lantaran sudah pasti hoaks!

Kalau di era dulu, belum mudah untuk cross check info ke ChatGPT alias chatbot AI lainnya. Jadi tak heran jika tetap ada saja nan kena jebakan April Mop.

Makanya, beberapa info ini sempat viral dan dipercaya sebagian orang nan kurang peka dengan kondisi April Fools. Berikut ini lima info sains nan rupanya hoaks, dikutip detikINET dari Live Science, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sensasi melayang

Pada pagi hari 1 April 1976, astronom BBC Radio 2 Patrick Moore mengumumkan bakal terjadinya peristiwa astronomi nan hanya terjadi sekali seumur hidup. Pada pukul 09.47, Pluto bakal melewati tepat di belakang Jupiter, dan pada saat itu kesejajaran gravitasi mereka bakal saling menetralkan.

Dampaknya, kata Moore, bakal mengurangi tarikan gravitasi Bumi. Moore memberi tahu pendengarnya bahwa jika mereka melompat ke udara tepat pada saat kesejajaran planet ini, mereka bakal mengalami sensasi melayang nan aneh. Pada pukul 09.48, penelepon membanjiri saluran BBC 2 dengan cerita tentang pengalaman singkat mereka nan terasa mengapung.

Kayaknya sih, para penelepon sudah kena sugesti duluan. Soalnya, apa nan disampaikan Moore hanyalah lelucon belaka.

2. Penguin terbang

Pada 1 April 2008, BBC menayangkan rekaman koloni penguin terbang nan diklaim baru saja ditemukan di Pulau King George dekat Antartika. Dalam 'film dokumenter parodi' tersebut, mantan bintang Monty Python, Terry Jones, berkedudukan sebagai pemandu nan mirip David Attenborough.

"Kami telah mengawasi penguin dan merekamnya selama berhari-hari, tanpa sedikit pun petunjuk tentang apa nan bakal terjadi," kata Jones.

"Tetapi kemudian cuaca berubah menjadi buruk. Itu cukup menakjubkan. Alih-alih berkumpul untuk melindungi diri dari dingin, mereka melakukan sesuatu nan sama sekali tidak terduga, nan tidak dapat dilakukan oleh penguin lain," imbuhnya.

Meskipun penguin sebenarnya tidak dapat terbang, sistem langkah mereka berenang sangat mirip dengan langkah burung terbang.

3. Ngetik secara telepati

Edisi April 1999 majalah Red Herring, nan saat itu merupakan publikasi teknologi/bisnis nan sukses, memuat tulisan tentang teknologi revolusioner. Konon, ada teknologi nan memungkinkan pengguna untuk menyusun dan mengirim pesan email hingga 240 karakter secara telepati.

Artikel tersebut mengaitkan perkembangan baru ini dengan jenius komputer Yuri Maldini, nan digadang menciptakannya sebagai turunan dari sistem komunikasi terenkripsi nan dia kembangkan untuk Angkatan Darat AS, selama Perang Teluk. Artikel tersebut apalagi menggambarkan sebuah kejadian ketika Maldini menjawab pertanyaan pewawancaranya secara telepati, melalui email.

Red Herring menerima banyak surat dari pembaca nan tertipu.

4. Ada naga!

Pada tahun 1998, jenis daring Nature melakukan lelucon April Mop mengejutkan dengan sebuah tulisan nan membahas perdebatan tentang asal usul burung.

Penulis merujuk pada penemuan 'kerangka dinosaurus theropoda (mirip T. rex) nan nyaris komplit di North Dakota. Dijuluki Smaugia volans, para paleontolog percaya dinosaurus tersebut mungkin pernah terbang.

Kerangka tersebut, termasuk tulang rusuk dan leher nan menunjukkan tanda-tanda sering terpapar api, konon ditemukan oleh Randy Sepulchrave dari Museum University of Southern North Dakota.

Kenapa ini terlihat jelas bohongnya? Pertama, tidak ada University of Southern North Dakota. Petunjuk itu cukup jelas, tetapi dua petunjuk lainnya lebih samar.

Pertama, Smaug adalah nama naga dalam 'The Hobbit' karya JRR Tolkien. Kedua, Sepulchrave adalah Earl of Groan ke-76 dalam Titus Groan karya Mervyn Peake. Earl tersebut percaya bahwa dirinya adalah seekor burung hantu, dan melompat bunuh diri dari menara tinggi. Ia baru menyadari terlambat bahwa dia tidak bisa terbang.

5. Partikel baru: Bigon

Pada April 1996, Majalah Discover melaporkan bahwa para fisikawan telah menemukan partikel esensial materi baru: bigon. Seperti penemuan partikel baru lainnya, bigon muncul dan menghilang hanya dalam sepersejuta detik, jelas mereka. Tetapi tidak seperti nan lain, partikel ini berukuran sebesar bola bowling.

Fisikawan Albert Manque (pastinya bukan orang sungguhan) dan rekan-rekannya di Centre de l'Étude des Choses Assez Minuscules di Paris (lembaga bualan) konon menemukan partikel tersebut secara tidak sengaja, ketika sebuah komputer nan terhubung ke salah satu penelitian tabung vakum mereka meledak.

"Para fisikawan memasang kamera video dan mengulangi penelitian tersebut -- dengan hasil ledakan nan sama," tulis wartawan Discover, Tim Folger.

"Dalam salah satu bingkai video, sebuah objek hitam seukuran bola bowling melayang di atas puing-puing komputer. Di bingkai berikutnya, objek itu menghilang," tambahnya.

Ajaibnya, cerita tiruan tersebut menghasilkan respons nan sangat besar dari para pembaca.


(ask/ask)

Sumber detik-inet