Jakarta, CNN Indonesia --
Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah sempat menguat setelah Amerika Serikat dan Iran diumumkan mencapai kesepakatan tenteram pada pertengahan Juni 2026. Kedua negara juga dijadwalkan membahas penerapan teknis kesepakatan itu dalam pertemuan di Swiss.
Namun, proses tenteram tidak melangkah mulus. Saat AS dan Iran berupaya menerjemahkan kesepakatan politik menjadi langkah konkret, Israel justru terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon.
1. Kesepakatan tenteram diumumkan
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6) mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan tenteram untuk menghentikan pertempuran di beragam front konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan itu juga mencakup upaya menghentikan bentrok di Lebanon nan selama berbulan-bulan menjadi salah satu titik panas di kawasan.
Namun, pada hari nan sama Israel menunjukkan sikap berbeda. Pemerintah Israel menegaskan tidak bakal mengendurkan operasi militernya terhadap Hizbullah. Menteri
Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir apalagi menyatakan Israel tidak boleh merasa kondusif sebelum Hizbullah dibubarkan.
2. Swiss siapkan pembahasan teknis
Pada Rabu (17/6), pemerintah Swiss mengonfirmasi pembahasan teknis penerapan kesepakatan bakal digelar di Burgenstock, Swiss.
Pertemuan itu dirancang untuk membahas langkah lanjutan setelah tercapainya kesepakatan politik antara AS dan Iran. Nota kesepahaman alias MoU nan bakal dibahas di Swiss diharapkan dapat memperpanjang gencatan senjata rentan hingga 60 hari.
Agenda pembicaraan mencakup penerapan gencatan senjata, program nuklir Iran, keamanan kawasan, hingga sistem penghentian konflik. Swiss menyebut Pakistan dan Qatar berkedudukan sebagai mediator utama.
3. Iran mulai ultimatum Israel
Di tengah persiapan pembahasan teknis, Iran mulai menunjukkan ketidaksabarannya terhadap langkah Israel di Lebanon.
Teheran menakut-nakuti bakal menyerang Israel jika negara itu terus melanggar gencatan senjata dan melanjutkan serangan ke wilayah Lebanon.
Pernyataan itu menunjukkan bentrok Israel-Lebanon berpotensi mengganggu proses perdamaian nan sedang dibangun AS dan Iran.
4. Pertemuan Swiss ditunda
Harapan pembahasan teknis menjadi langkah maju berikutnya akhirnya tertunda. Pada Jumat (19/6), pemerintah Swiss mengumumkan pertemuan teknis antara AS, Iran, Pakistan, dan Qatar ditunda dan belum ada info kapan bakal digelar kembali.
Pertemuan itu sebelumnya dijadwalkan menjadi forum untuk menerjemahkan kesepakatan politik menjadi sistem nan lebih rinci dan operasional.
5. Israel terus menggempur Lebanon
Sementara proses diplomasi tersendat, bentrok di lapangan terus berlangsung. Dalam beberapa hari setelah kesepakatan tenteram diumumkan, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon.
Israel tidak menganggap dirinya terikat oleh kesepakatan AS-Iran. Israel tetap memandang Iran sebagai ancaman utama, cemas Hizbullah tetap kuat, dan menghadapi dinamika politik domestik.
(anm/mik)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·