Jakarta, CNN Indonesia --
Empat personil staf Iran akhirnya mendapatkan visa masuk wilayah Amerika Serikat (AS) untuk Piala Dunia 2026 setelah menang dalam sidang banding.
Total ada 15 perwakilan Iran untuk Piala Dunia 2026 nan visanya ditolak. Dari 15 ini, 10 di antaranya mengusulkan keberatan atas putusan tersebut sesampainya di Meksiko.
Dilansir dari Reuters, empat dari 10 permohonan banding dimenangkan. Keempat pihak nan mendapatkan visa AS adalah analis tim dan pejabat departemen internasional Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan enam pihak lainnya, seperti Presiden federasi sepak bola Oran (FFIRI) Mehdi Taj, kembali ditolak memasuki wilayah AS. Mehdi dan kawan-kawan ditolak lantaran terafiliasi dengan IRGC.
Hal ini membikin pihak FFIRI kecewa. Pasalnya Iran bersedia tampil di Piala Dunia 2026 setelah mengakukan 10 syarat ke FIFA, nan kesemuanya disetujui.
Ke-10 syarat nan sempat diajukan FFIRI sebelum Piala Dunia 2026, di antaranya mengizinkan pemain, pelatih, dan ofisial nan telah menyelesaikan wajib militer dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Karena persoalan visa ini Iran akhirnya tidak bisa tinggal di wilayah AS. Meski bertanding di AS, Iran bermarkas di Meksiko. Ini terjadi lantaran AS menolak Iran tinggal di negaranya.
Team Melli bakal menjalani laga perdana Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, California, Senin (15/6) alias Selasa (16/5) WIB.
Iran bakal berangkat ke Los Angeles pada hari pertandingan, lantas kembali lagi ke Meksiko setelah pertandingan. Inilah diskriminasi nan dialami Iran dalam Piala Dunia 2026.
(abs/ptr)
Add
as a preferred source on Google
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·